jubing.jpg

Nama Jubing Kristianto mungkin terdengar asing di telinga. Tapi buat penikmat musik yang sok pinter dan merasa tau lumayan banyak (seperti saya, hahah!), sosok seperti Jubing justru jauh lebih keren DAN mahal. Edan.

Dua orang temen blogger, Ekowanz dan Fitri Mohan, juga pernah menulis tentang dia dan album Becak Fantasy yang dirilis kurang lebih setaun yang lalu. Permainan gitar akustiknya keren sekeren-kerennya. Ditangannya, sebuah lagu anak-anak yang sederhana seperti Becak Fantasy bisa menjadi begitu berbeda. Saya dibuat terkaget-kaget dan akhirnya nyengir beneran saat masuk di menit ketiga, Jubing membelokkan nada asli lagunya, memelintirnya dengan halus, menjadikannya sesuatu yang terasa begitu kekanakan dan jenaka. Di detik lain, dengan keahlian seorang maestro, Jubing memasukkan nada-nada pentatonis sehingga mood kita seketika berubah mengikuti petikan gitarnya. Bahkan endingnya juga mengagetkan karena sungguh tadinya saya gak kepikiran bahwa nadanya akan lari ke sana.

Dan coba dengar Sinaran yang adem dan dia bawakan dengan gaya, atau Morning Rain dan Waiting for Sunset yang manis, melodius, dan bikin saya meleleh.

Cuma satu kata buat seorang idealis seperti Jubing. Genius.

updated: kata ekowanz, itu bukan pentatonis, tapi diminorin.iya sih, kayaknya kuping saya yg ngawur. yah namanya juga review sok tau. dengan ini, kesalahan sudah saya perbaiki. halah.