Tadi malam di UGD rumah sakit deket rumah. Sambil nunggu resep, saya ngobrol sama precil-precil. Tibatiba sebuah mobil warna biru tua berhenti di depan pintu masuk ke ruang UGD. Beberapa orang turun, tergopoh-gopoh menggotong seorang pemuda yang kelihatannya pingsan, kemudian menaikkan tubuh pemuda itu ke brankar. Gak berdarahdarah, cuma ada sedikit luka sobek di dahinya. Ranjang dorong itu kemudian dibawa masuk ke ruang gawat darurat, dan kerumunan pun bubar. Beberapa orang, mestinya teman si pasien, ikut masuk. Beberapa menit kemudian, seorang anak muda keluar dari ruang periksa sambil mengusap matanya. Duduk di sebelah saya dan mulai menangis sesenggukan. Beberapa orang kemudian masuk bergantian ke ruang dokter dengan wajah tegang dan bertanya-tanya. Seseorang lantas sibuk dengan telepon genggamnya, mungkin menghubungi keluarga atau teman mereka.
Tak lama, pemuda yang tadinya saya kira pingsan, dibawa keluar di atas brankar yang sama, dengan tubuh ditutup kain putih bersih dari kepala ke ujung kaki.
Dan tangis pun pecah. Pemuda-pemuda tanggung itu, beberapa di antaranya berdandan funky dengan topi, celana selutut atau jins sobek, anting2 di telinga, piercing di hidung, tak kuasa menahan tangis. Lagi, seseorang harus pergi. Di usia yang begitu muda, taksiran saya paling dua puluhan umurnya, mungkin bahkan belum dua puluh.
Karena gak tahan, saya tanya petugas keamanan yang dari tadi mondarmandir di situ.
“Kecelakaan ya, pak? Naik motor?”
“Iya, bu. Naik motor, nabrak truk yang lagi berhenti di pinggir jalan.”
Saat jenazah lewat di depan saya, saya cuma terdiam, menyebut sang Khalik dalam hati, menangisi pemuda yang tak saya kenal, yang harus pergi di usia semuda itu. Dan teman-temannya masih bergerombol, sebagian terisak sebagian lagi diam tanpa suara.
Seberapa dekat kita dengan kematian?
*maafkan tanda baca dan typo. posting ini pake henpon di kamar mandi mumpung msh terbayang dengan jelas yang terekam tadi malam.

December 26th, 2007 at 12:01 pm
Kematian memang selalu sedang mengintai kita.
Lengah atau waspada, dia tetap bisa mencengkeram sewaktu-waktu.
Selalu nyesek kalo ngomongin soal kematian, mirip kalo ngomongin skrispi dan kelulusan.
December 26th, 2007 at 12:05 pm
maksiyat aja gak pernah takut, mati kok takut?
halah…
December 26th, 2007 at 12:11 pm
Mungkinkah almarhum itu pengendara ugal2an?
@anto:
Ngomongin kematian sepertinya lebih menyesakkan, apalagi bgtu tau klo amal baik masih dikit…
December 26th, 2007 at 12:13 pm
@anto: mungkin

@epat: itu ente yang gak takut maksiat
December 26th, 2007 at 12:15 pm
dalem, as always
December 26th, 2007 at 12:21 pm
Soe Hok Gie pernah menulis ” berbahagialah yang mati muda “..tapi ini mungkin nggak tepat dalam mencoba memecahkan rahasia takdir.
Btw : Hp nggak kecipratan air ??
December 26th, 2007 at 12:21 pm
klo kt romo, kematian adalah satu rangkaian kehidupan yg pasti akan dijalani stiap orang, terjadi kapan saja dimana saja dan kepada siapa saja, makanya selagi masih hidup. hiduplah dengan baik
December 26th, 2007 at 12:27 pm
@adit: ga tau, tapi tetep aja…he’s someone’s son



@gum : nyesek liat beginian di depan mata, gum
@iman : only the good dies young? hmm…
eh hapeku aman, kan pinter dan ganteng
@aprikot: serem, git. serem
December 26th, 2007 at 12:32 pm
tambahan, seberapa siap kita mati? halah, gak nyambung ya mbok. *oot: elton jon udah diuplod. kebetulan tetangga punya*
December 26th, 2007 at 12:45 pm
djalanan memang kedjam!!
December 26th, 2007 at 1:04 pm
emang terlalu dekat mbok…
ada kejadian g berapa lama ini… tabrakan motor juga… dia jatuh.. tapi gapapa… kemudian pulang ke rumah… tetapi akhirnya meninggal ketika tidur istirahat… ternyata ketika kecelakaan, dia mengalami pendarahan di otak *maaf kalau salah*….
all that happen is for the best i think.. i hope…
December 26th, 2007 at 1:15 pm
Melihat orang lain berpulang ke Sang Khalik membuat kita tersadar betapa hidup ini hanyalah persinggahan. Betapa ajal dapat menjemput kita kapanpun dan dimanapun. Innalillahi wa inna illaihi roji’un…
Hhhhh…emang bikin nyesek ya mbok…
December 26th, 2007 at 1:19 pm
wow!!!
ngeblog pake hp?
ajarin dong!!!
December 26th, 2007 at 1:30 pm
Mengutip kata-katanya Ernest Hemingway:
Every man’s life ends the same way. It is only the details of how he lived and
how he died that distinguish one man from another
Yuk, bikin hidup lebih berarti
December 26th, 2007 at 1:33 pm
@tukangketik: ya doongggg
December 26th, 2007 at 1:48 pm
kenapa ya kematian itu selalu menakutkan?
December 26th, 2007 at 1:52 pm
katanya lebih deket dari leher kita mbok
December 26th, 2007 at 2:10 pm
Menangislah, agar tangisan itu akan mengingatkan kita…..
*introspeksi*
December 26th, 2007 at 2:21 pm
makanya, tobat…tobat..
jangan ngeblog saja…
*cekikikan…*
December 26th, 2007 at 3:05 pm
Sesungguhnya kematian itu adalah hal yang paling pasti dalam hidup manusia. Dia pasti datang, entah kapan. Kita hanya bisa memilih mati sebagai apa.
December 26th, 2007 at 3:44 pm
saya teringat saat jatuh ngglasar cium aspal beberapa waktu yg lalu gara-gara jalan licin akibat hujan di jalan jogja-solo. untung di belakang sepi ndak ada truk atau bis yg siap nyium saya juga..
*merinding*
Popup: “Are you sure want to remove the folder ‘JAV dari antobilang’ and all its contents?”
yes no yes no yes no yes no.. *bingung*
December 26th, 2007 at 4:06 pm
saya susah posting di sini karena harus cari kalkulator untuk tambah-tambahan dulu. Eh, maaf hehehehe
“Iya, bu. Naik motor, nabrak truk yang lagi berhenti di pinggir jalan.�
ngantuk, mabuk atau meleng ya ? yg jelas ndak safety riding.
atau truknya yg berhentinya terlalu ke tengah. Ayo Mbak selidiki dulu …
December 26th, 2007 at 4:08 pm
iyah, kita sering lupa betapa dekatnya kita dengan kematian…
December 26th, 2007 at 4:12 pm
biasanya, orang be’ol sambil mbaca koran/majalah. nah ini ada yg menarik, berlama2 di kamar mandi ternyata ngeblog
December 26th, 2007 at 5:12 pm
BIsa jauh, bisa dekat. Nggak ada yg tau kapan kematian itu tiba..
December 26th, 2007 at 5:33 pm
dari 25 komen kok tak ada satupun yang menjawab pertanyaan. baiklah.. seberapa dekat kematian? sedekat Tuhan.
December 26th, 2007 at 6:23 pm
@zam: zam, masih main2 JAV? tobat zam….tobat…


@fahmi: gak berlama2, kok. cm butuh bbrp menit buat satu postingan ini
to all: makasih banyak komennya
December 26th, 2007 at 6:32 pm
**merinding**
December 26th, 2007 at 7:36 pm
ga ada yang pengen mati muda,..
saya yakin,.. walo Gie sekalipun…
tapi ga bisa pungkiri, setiap saat bisa aja sewaktu2 kita udah ga bernyawa lagi
*ah, Mbok..postingannya bikin deg-deg an..
December 26th, 2007 at 8:17 pm
lebih dekat dari batang leher?
December 26th, 2007 at 8:52 pm
asem si zam! sopo sing ngajari aku JAV-JAV-an? kamu to? kalau kemudian sekarang hasilnya aku lebih mahir, itu masalah bakat.
December 26th, 2007 at 9:11 pm
hmm..pokoknya yg diAtas yg berkuasa
jd selama dikasih napas ‘do the best’ ajah
December 26th, 2007 at 9:43 pm
Jadi teringat kakek tercinta…
wah jadi melow nih kalo inget dengan kematian,,, benar2 gk bisa diduga. Kalo udah waktunya semua akan merasakannya… [-_- ]
December 26th, 2007 at 9:47 pm
tiap detik waktu kita berkurang…
degdegan…
December 26th, 2007 at 9:48 pm
btw spam yg ini Sum of 7 + 10 = 17 (jadi inget skul nih,,,)…
December 26th, 2007 at 10:47 pm
kita gak tahu seberapa dekat Mbok… tapi memang kita musti selalu siap kapanpun dan dimanapun…
*jadi takut saya Mbok
December 26th, 2007 at 11:16 pm
makanyaaa kamu tu ko…mbok ya sholat tepat waktu…kerjaannya nunda2 mulu eko inih…kalo diajak jalan aj cepet, kl diajak sholat bilang nanti dulu
December 27th, 2007 at 12:07 am
sedekat setiap nafas yang kita hirup, mungkin mbok.. no need to be scared, karena semua pasti mati. walau caranya kadang menyakitkan seperti yang mbok venus liat.
salam kenal mbok.
December 27th, 2007 at 12:31 am
Euhhh… Apa benar kita takut pada kematian? Apa benar kematian itu sungguh menakutkan? Mungkin kita bisa berkata tidak… tapi ketika kita menyaksikan orang lain, lebih-lebih orang terdekat kita…rasanya gimanaaaaa gituuu…. *brrrr*
OOT: Kok musti di kamar mandi, mbok? Ah, saya juga kalo ‘nongkrong’ di toilet biasanya sering dapat pencerahan.
December 27th, 2007 at 1:36 am
seperti kata freddie mercury, only the good die young..halaaahhh…tapi, kok truk lg parkir bisa ditabrak ?
hebat lo jeng, sepanjang ini ngetik dari handphone
December 27th, 2007 at 2:52 am
lupakan dulu ngomongin yang sedih-sedih..
tapi penasaran nih, gimana sih caranya posting via henpon?
December 27th, 2007 at 5:18 am
kematian? wah kita ga pernah tahu seberapa dekatnya…dan seharusnya bukan itu urusan kita, tapi bagaimana kita mempersiapkan diri buat kematian itu sendiri.
*Sok tahu mode on*
December 27th, 2007 at 6:01 am
kan kalo mau masuk surga kita harus mati dulu…
December 27th, 2007 at 8:16 am
Mbak, detik ini-pun kalau kita harus di-panggil oleh-Nya, kita akan pergi juga, tidak ada yang tahu kapan.
Intropeksi ini benar-benar mem-bangun-kan kita dari ke-tidak sadar-an selama ini, dan sekarang kita harus segera “ber-siap”, karena kita tidak akan pernah tahu waktu-nya.
Btw, cerita ini meng-ingat-kan-ku pada teman-teman-ku yang telah pergi demi sebuah ke-bangga-an men-jadi pembalap jalanan yang ter-baik :cry:
December 27th, 2007 at 10:03 am
kita emang ga pernah tau yah waktu kita…
waktu nulis komen ini aja, waktu ku udah habis beberapa detik..beberapa menit…semakin dekat euyyy!!!
December 27th, 2007 at 12:54 pm
mbok, mati itu ga masalah… masalahnya itu yang ditinggal bisa nerima tidak…
December 27th, 2007 at 12:56 pm
duh mbok…postingannya ngena banget…
December 27th, 2007 at 1:06 pm
“hidup singkat, kematian dekat…itukah keabadian?”
December 27th, 2007 at 1:52 pm
semoga kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khatimah yah mbok
December 27th, 2007 at 2:25 pm
mbok, posting nang kamar mandi ae apik…gek disambi opo je? postingan ttg kematian, membuat takut juga mbok
December 27th, 2007 at 2:28 pm
Yang pasti didunia ini hanya kematian, cuma nggak tahu giliran kita kapan, dan seperti apa caranya.
December 27th, 2007 at 2:28 pm
Yang pasti didunia ini hanya kematian, cuma nggak tahu giliran kita kapan, dan seperti apa caranya.
December 27th, 2007 at 5:21 pm
lost my cousin last weekend krn kecelakaan motor..hiks..
sedih bgt..memang mati ga pernah terduga..
December 27th, 2007 at 5:49 pm
@lei:
turut berdukacita, lei….
December 27th, 2007 at 8:30 pm
Kematian ?? aaah takut buu…
masih banyak dosa, sedikit amal..
Innalillahi wainna ilaihi roojiuun…
itu HP berjasa sekali ya bu…
December 28th, 2007 at 5:23 pm
…
Tumben bikin sedih, ga bikin hor*y… (inget mati dil, inget mati..)
December 28th, 2007 at 5:55 pm
@manusiasuper: bukan salahku kalo kamu horny. kamu aja yg suka heboh sendiri
December 29th, 2007 at 10:20 am
terima kasih, tulisan ini menyadarkan saya
December 31st, 2007 at 10:38 am
kematian itu sangat dekat, teramat dekat malah..
seorang penyair menggambarkan dalam kata-kata yg bagus;
sementara kita bercengkerama dengan kebahagiaan di bilik dalam, kematian sedang menanti di teras depan…
December 31st, 2007 at 4:38 pm
jauh-dekat 2500,mbok
seperti pemburu yang mengintai kita, terus menerus mengikuti kita, bisa kapan saja menyergap dan menikam kita, waspadalah-waspadalah !!! -halah-
January 3rd, 2008 at 7:58 am
katanya kematian adalah hal yang paling dekat dengan manusia….