falling-star.jpg

Kau tau? Di depanku, kau boleh sepenuhnya telanjang.

Bukankah katamu, ‘denganmu selalu berbeda, karena kamu bukan perempuan biasa’? Aku mataharimu. Udara dan airmu. Gemintang di malam tergelapmu.

Kau, langit tanpa batas dan kepak sayapku. Bintang jatuh, semburat warna keperakan, berkilau megah berpendar-pendar kemudian runtuh berhamburan di pucuk pepohonan. Mimpi tanpa warna dan segala yang dapat kau temukan di dalamnya. Bahu untuk jiwa yang lelah, tangis kekalahan, dan suaraku yang membasah.

Kau. Aku. Seperti dua bocah yang berbagi coklat dan keriangan dari kotak yang sama. Kau dan aku, tak pernah kita. Karena kita sungguh absurd, sedang aku dan kamu tak ingin tau maknanya. Tapi memang cuma ini yang kita butuhkan, bukan? Bersamamu, bahkan satu pelukan, satu sentuhan paling sederhana adalah sebuah kemewahan.

Dunia kita adalah jutaan aksara, ribuan kata-kata melayang-layang di udara. Dan sekian taun cahaya membatasi dua galaksi kita. Ah, jarak kadang memang menyakitkan. Tapi taukah kamu? Kita selalu bisa saling memandang dari kejauhan. Karena kau bintang jatuhku, dan aku mataharimu.

When you’re down and troubled.
And you need some love and care.
And nothing, nothing is going right.
Close your eyes and think of me
and soon i will be there
to brighten up even your darkest night.

You just call out my name.
And you know wherever I am
I’ll come running, to see you again.
winter, spring, summer or fall
all ya have to do is call.
And i’ll be there
You’ve got a friend

………………….

(You’ve got a friend – Carole King)

*cerita tentang aku dan kamu, bukan kita. substitute people, one damn great combination. cuma mau bilang, terima kasih untuk pertemanan kita yang indah, untuk kesediaanmu membiarkanku sendiri saat aku muak dengan keramaian, untuk selalu menemaniku. untuk selalu percaya.