belahcermin.jpg

Saya dapet beberapa email dan sms soal ajakan mematikan tivi tanggal 15 desember sore pas ditayanginnya sebuah film religi kristiani berjudul “Sebuah Penantian” (versi aslinya berjudul My Hope).

Kenapa sih mereka ini?? Bukannya suka2 saya mau nonton apa engga, mau murtad apa engga, mau terhipnotis atau apalah secara KATANYA film ini sudah melalui ritual khusus (doa dan puasa sebulan penuh blahblahblah)? Suka2 saya dong, saya mau nyembah tuhan yang A, B, atau C…atau malah gak nyembah siapa-siapa.

Kalo ada temen yang lebih memilih nyembah gunung, matahari, bulan, atau pohon belimbing sebagai tuhannya, ya gpp juga, terserah dia. Asal dia gak ngrugiin siapa2, gak pernah jahat sama siapa2, gak nyolongan, gak korupsi, gak jadi pemerkosa, gak pernah iseng ngrakit bom buat bunuh2in sodaranya sendiri, buat saya, dia pantas menjadi teman saya.

Kapan ya, kita berhenti saling curiga? Kapan kita berhenti jadi bangsa yang paranoid gak puguh?

Maaf, email dan sms-sms seperti ini langsung masuk tempat sampah.

UPDATE *masih nyesek*:

Mari berandai-andai. Bayangkanlah misalnya saya nonton film ini yang katanya akan diputar satu jam penuh tanpa iklan (keren ini, kayak nonton HBO), kemudian saya bener2 terhipnotis (?) karena konon film ini memang kental unsur mistisnya sehingga besok pagi tiba-tiba saja saya pergi ke gereja….trus KENAPA?

Bayangin ini: saya, yang sejak lahir procot sudah menjadi muslim dan dalam perjalanan saya kemudian meyakini Islam sebagai agama saya karena proses yang cukup panjang, bukan karena bapak-ibu saya juga muslim, tiba-tiba saya menjadi murtad setelah nonton film ini….emang kenapa? Memangnya saya ngerugiin SIAPA? Bukankah soal Tuhan yang mana yang saya percayai, itu URUSAN SAYA???

Lha, katanya modern, ngakunya berpikiran terbuka. Saya gak takut terpengaruh. Sama sekali gak takut. Menurut saya justru tontonan (baca : sinetron) religi atau berkedok religi semacam ‘hidayah’ (yang nyaris setiap hari tayang dan penuh belatung gak jelas) dan sejenisnya itulah yg mistis dan full klenik dan TIDAK PATUT ditonton.

Hah, ngomelnya jadi makin panjang dan makin lama. Sudahlah, saya nunggu sore aja, pengen tau itu film seberapa mengerikannya sih?

*gambar cermin retak saya pinjam dari sini

UPDATE LAGI (capedeeeee…..):
Saya udah nonton filmnya, gak wudhu dulu, gak zikir sepanjang waktu seperti dibilang di email2 itu “supaya terhindar dari pengaruh mistis�. nonton biasa aja sambil ngudud dan minum kopi, dan kesan saya, filmnya biasa aja. Film keluarga biasa, Indonesia banget lengkap dengan tangis2annya. Demikian.

*baca juga rozenesia