Maaf, saya menjauh karena satu alasan yang bodoh dan kekanak-kanakan.
Kenapa minta maaf? Buat apa? Saya lah yang pergi, saya yang berlari meninggalkan kamu dan semua kesenangan yang biasa kita bagi berdua. Banyak yang terjadi, dan saya ingin menyimpan sendiri kegelisahan dan kebingungan saya. Saya lupa bahwa kamu selalu berusaha mengerti. Sungguh satu keputusan yang tolol karena ternyata tanpa kamu, hidup saya tak lantas jadi lebih indah. Saya kehilangan, tapi bahkan tak tersisa lagi keberanian untuk datang dan menawarkan persahabatan. Sepi sekali rasanya hanya bisa menatapmu lewat jendela rumahmu, melihatmu tertawa, duduk diam, tidur di antara koleksi bukumu, dan bermimpi tentang lelakimu. Dan saya masih saja sibuk menata hati, sesekali menangis dan serabutan memaki langit dengan bahasa yang saya pikir tak mungkin kamu pahami.
Saya ingin datang, membawakanmu seikat mawar, menjabat tangan dan memelukmu erat, tapi pasti kamu terpingkal-pingkal dan mengatakan otak saya kacau dan saya makin gila, dan bisa saya tebak, sesudahnya kita akan bertengkar dan tertawa dengan bodohnya seperti biasa.
Jadi begini saja, Co. Maafkan saya juga.
*beuh, sekali lagi, postingan yang sangat personal dan saaaangat emosional.


menjauh karena alasan tersebut memang sangat emosional, tp emosional itu wajar untuk manusia
apalagi ini…?
mboook ayo curhat session
hueh.. seru..seru.. klo kita yang ngambeg2an gimana yah mbok?
dan buat kamu, si penulis surat, teman sekompleks di perumahan Cyber Land…beginilah hidup. rasa sungkan kadang bikin kita makin terpuruk dalam kebodohan.
Salam,
Perempuan Api
walaaaaah……ngambek nih yeee……………..
maksudna apa..?? pendatang baru
salam kenal mbok venus
curhat colongan?!?
indahnya jungkir balik persahabatan
mmmuaaach kiss buat mu and perempuan api ya!
@dewi: hahahah, kita ngambek2an? ga mungkin. i always love you. ah tapi sama perempuan api itu aku juga cinta banget, tapi kok ya bisaaa ya jauh2an?
@yati: haaaaa…selamat datang kembali, Cinta
ngambek tentang apa sie. kalo boleh tau
waduh mbok..kok perempuan api sih? panas dong yah? tapi curhatan yang manis sekali nih
perempuan api kirain megalowoman
Mbok Venus junjungan ambo, mumpung lagi suasana maap2an, saya sebenarnya juga ingin loh, saya (juga) ingin datang, membawakanmu seikat mawar, menjabat tangan dan memelukmu erat …. bole ya?
Muach muach! Double date yo kapan2
hal2 spt itulah yg lebih mempererat persahabatan mbok
nesuan dot com mbok???
@annisha: double WHAT???
panas panas panas tubuh ini
mending damai damai damai aja mbok
sakweruhku mbiyen neng drama radio, ono perempuan berabut api bolone mak lampir, kuwi musuhe sembara..opo kuwi sing mbok maksud? *lirik mbak yati*
ceritane surat-suratan tah iki mbok
[...] ditulis setelah simbok mengirimiku surat. lebaran udah lewat, tapi maafkanlah, Mbok, perempuan api ini emang sering sekali berlaku bodoh dan [...]
mbok, kok saya jadi kek artis abis postingan ini? hehehe…GR! terlalu banyak pertanyaan dan mengharuskan saya memposting ini, hanya untuk menjelaskan, ini bukan soal apa2…ini hanya tentang saya, perempuan api yang mudah terbakar
* mas pitik: apa lirik2?

** mbak meiy: muach balik
*** mbak unai: ho oh….panas, gampang terbakar, hehehe
lho, itu Dian bisa kok komen pake ID wordpressnya. Sign in with Worpress gitu….server sampeyan kudu dicek kyknya, kok dimana2 kayaknya susah mau komen?
kenapa sih mbok..kan jadi ikut sedih..udah mbok..
berarti harusnya ada juga perempuan kayu, besi, angin, air…ya tho? aliran fengshui
@Hedi
Berarti nanti butuh Avatar untuk ngendaliin semua elemen itu.
lalu kenapa API mbak?
bukankah filosofi api itu membakar dan menghanguskan
napa ga AFI, KDI,dll
*sory koment oot*
mbak ?? udah lama kaga kemari, mbak baik2 saja ?
kok marah2 sih ? hehehe….
lain kali posting ttg perempuan air ya, biar adem.
(canda deng…)
wah, mulai ikutan MP kali si blogspot…..eksklusif……yg punya akun disitu aja yg bisa berkoar….* aku tak bisa pindah….pindah ke lain hati…….ooo….iiii…*
tes
wah…wah mbak ada apa ini? apa yang ter-jadi? ada yang bisa aku dan kami bantu? :roll:
dan ada-kah yang bisa ikut di-bakar? :mrgreen:
saya pernah bertemu perempuan api, lagi dodolan oncor
dibaca 3 kali pun ga ngerti
tapi kalo dibaca pake hati, liat judulnya aja bisa langsung paham..
ehmmm… isi suratnya kayaknya cocok aku sampaikan ke seseorang…
mbuh
salam buat perempuan api
saya maapkeun
*lagi nyamar*
sumpah mbok, saya bingung.
ini surat dari siapa, oleh siapa dan untuk siapa?
btw, i once have a friend who claim herself as ‘bidadari api’
hmm.. kayaknya nggak ada hubungannya deh
wow,,bener2 emosional mbak postingannya kale enee..
Mbak, aku tak copas postingan ini yo…
aku suka blogwalking [tp gak punya blog] henaaahh, aku suka promosiin blog yang aku suka di facebook aku, aku ngutip salah satu postingannya trus udah tak kasi link sgala lho…
boleh yo mbak…