Maaf, saya menjauh karena satu alasan yang bodoh dan kekanak-kanakan.

Kenapa minta maaf? Buat apa? Saya lah yang pergi, saya yang berlari meninggalkan kamu dan semua kesenangan yang biasa kita bagi berdua. Banyak yang terjadi, dan saya ingin menyimpan sendiri kegelisahan dan kebingungan saya. Saya lupa bahwa kamu selalu berusaha mengerti. Sungguh satu keputusan yang tolol karena ternyata tanpa kamu, hidup saya tak lantas jadi lebih indah. Saya kehilangan, tapi bahkan tak tersisa lagi keberanian untuk datang dan menawarkan persahabatan. Sepi sekali rasanya hanya bisa menatapmu lewat jendela rumahmu, melihatmu tertawa, duduk diam, tidur di antara koleksi bukumu, dan bermimpi tentang lelakimu. Dan saya masih saja sibuk menata hati, sesekali menangis dan serabutan memaki langit dengan bahasa yang saya pikir tak mungkin kamu pahami.

Saya ingin datang, membawakanmu seikat mawar, menjabat tangan dan memelukmu erat, tapi pasti kamu terpingkal-pingkal dan mengatakan otak saya kacau dan saya makin gila, dan bisa saya tebak, sesudahnya kita akan bertengkar dan tertawa dengan bodohnya seperti biasa.

Jadi begini saja, Co. Maafkan saya juga.

*beuh, sekali lagi, postingan yang sangat personal dan saaaangat emosional.