venus to mars


 

November, 2007

tiga

Tuesday, November 20th, 2007

1991787626_dc935005c5_m.jpg

Tiga lagu saja. Tiga lagu itu saja, berulang-ulang, berulang-ulang, berulang-ulang. Lalu akan kulewati malam sendirian. Diam, tak melakukan apa-apa, tak bicara kepada sesiapa. Aku ingin diam mengendapkan semua rasa, membiarkan udara mencekikku perlahan hingga lupa. Hingga lupa.

Lukaku bernanah, tapi biarkanlah. Karena sungguh aku hanya ingin diam.

(Home. Everything. Kissing a fool…barangkali sudah ratusan kali kuputar dan kuputar lagi. seperti malam ini)

*terima kasih buat kamu yang selalu di sana, menyemangati dan membuatku tertawa. you really are something.

 



secret admirers

Monday, November 19th, 2007

Mbilung, katanya, memuja Nana. Mengagumi tulisan-tulisannya. Mungkin juga kepintarannya. Ndorokakung, nah ini saya bingung. Entah siapa yang dia puja. Beberapa kali dia bilang ‘menjura’ ke beberapa orang yang berbeda.

Kalo saya, dari dulu saya selalu mengagumi dua laki-laki yang saya sebutin tadi. Mereka orang-orang hebat, pinter, dan tau segala. Yah, you know lah. Umur empat puluhan, married, dua anak, udah mapan, lucu, dan asik diajakin nggedabrus. Now THAT’S sexy, menurut saya. Dan begonya (atau hebatnya? haha…) saya gak pernah malu-malu nyeritain kekaguman saya terhadap mereka, kepada hampir semua orang. Ndoro bahkan tau, saya langganan RSS feed beliau waktu si ndoro pecas ndahe ini masih di blog lama. Komentarnya? Dia bilang gini, “dulu aku heran, ini siapa sih langganan RSS-ku? Kok ya bodo banget, mau aja dibo’ongin”. Dan waktu pertama kali ndoro nyapa saya di messenger, bayangkan sendiri lah gimana seneng dan kagetnya saya. Edan. Siapalah saya ini sampe seorang ndorokakung mau ngobrol sama saya.

Mbilung? Ini mah gak usah ditanya. Bahkan Hedi pernah menginterogasi saya, “bentar mbok. aku ini bingung. emang kenapa sih tiap kali kopdaran harus ada Mbilung? emang kenapa kalo gak ada dia?” Walah, lha saya emang males dateng kalo ga ada bapak satu itu jeee…

Nah, sekarang saya mau berbagi sesuatu dengan anda semua.

Apa bukan kebetulan yang mengerikan namanya kalo ternyata Gita juga memuja mereka berdua? Serius, saya ga bo’ong. Bahkan waktu saya kenalin dia dengan Ndorokakung beberapa hari yang lalu (plus saya kasi nomer hape beliau, tentu saja setelah minta ijin sama yang bersangkutan), dia sampe keringetan dingin gak karuan, senyum-senyum sendiri di depan komputernya. “Deg-degannya ngalah-ngalahin mau ketemu pacar, mbok”, kata si Gita.

Satu lagi. Saking terkipit-kipitnya sama dua laki-laki yang oke sekale ene (halah!), ngakunya si Gita ini gak keberatan jadi istri ketiga.

Ugh. Mengerikan.

 



yes!!!

Monday, November 19th, 2007

Oh yes, I’m good.

Tadi pagi, di reader saya masih ada 287 items yang belom kebaca. Sekarang, pukul 13.07 WB (Waktu Bogor dan sekitarnya), google reader saya BERES. Urusan utang blogwalking, BERES. Komen? Wah maaf, gak di semua blog saya ninggalin jejak. Yang penting saya udah baca, semuanya. SEMUANYA. Okay?

reader.jpg

Now I can have my Java, I guess. Whoo-hooooo…..

 



kopi minggu sore

Sunday, November 18th, 2007

dailycafe1.jpg

dailycafe2.jpg

dailyafe3.jpg

Minggu sore. Mendung. Saya ke Cibubur Junction bertiga sama precil-precil. Sebelum pulang, kita mampir di satu tempat ngopi yang baru buka, namanya Daily Cafe. Eh, baru banget sih engga, tapi baru sekarang saya mampir ke sini.

Tempatnya enak. Makanannya lumayan. Kopinya, yaaa..lumayan juga. Tapi yang saya paling suka, interiornya lucu. Didominasi warna ungu dan kuning yang catchy banget, trus ada satu table yang sekaligus papan catur, jadi precil-precil boleh pecicilan main catur di situ sementara simboknya bisa tenang-tenang nikmatin kopi dingin sambil ngelurusin kaki.

Harganya? Yang jelas, jauh lebih murah dibandingin Starbucks yang mahal dan gaya itu. Dan senengnya lagi, saya dapet discount card. Wuaaah…bakalan sering ke sana kayaknya.

Itu foto-fotonya. What do you think?

 



FSTAJ (Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan) 2007

Thursday, November 15th, 2007

smile2.jpg

Lihatlah wajah mereka. Anak-anak tangguh, bocah-bocah hebat, yang entah bagaimana terdampar di kerasnya kehidupan jakarta sebelum waktunya. Kita bertemu dan melihat mereka setiap hari. Mengamen di lampu merah, mengumpulkan beberapa ribu rupiah untuk menyambung hidup dengan menjadi penyemir sepatu, penjual asongan di jalanan Jakarta. Bertahan hidup dengan cara yang mungkin tak terbayangkan oleh kita.

Kita melihat mereka setiap hari, tapi tak semua kita benar-benar membuka mata. Barangkali anda melihat seorang bocah enam atau tujuh taun mengetuk kaca mobil anda tadi? Atau anda melihatnya sedang mengamen di metromini dalam perjalanan anda ke kantor pada suatu pagi? Nah, itu pasti mereka. Anak-anak jalanan, sahabat dan ‘guru kehidupan’ kami di kks_melati.

Saya dan teman-teman mengundang anda semua untuk melihat anak-anak ini mementaskan cerita-cerita rakyat Indonesia, insya Allah pada tanggal 2 Desember 2007 di acara Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007. Lokasi acara di SMPN 71, Jl. Rawa Kebo Cempaka Putih, Jakarta Timur, jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Anak-anak dari sekitar 21 Rumah Singgah di Jakarta akan meramaikan acara ini.

Tiket seharga Rp. 30.000,- dapat anda peroleh dengan menghubungi Prima 08129405322 atau Diah 08128797258.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi:
KKS Melati
Jl. Ampera II RT 005/09 No. 17A
Jakarta Selatan 12550
Email: kks_melati@yahoo.com
Website: www.kksmelati.org

Mudah-mudahan kita tak lupa bahwa mereka ada. Mereka, anak-anak kita juga.

Ps: Uyo, makasih informasinya. Udah lama saya kehilangan kamu. Udah lama juga saya gak bilang bahwa saya sayang dan bangga sama kamu. Now let me tell you again. I love you, and I’m so very proud of you. You remember that, wonder boy..