cry.jpg

“Dia bilang dia jatuh cinta. Saya bilang saya ga bisa. Air mata, trus berpisah jalan dengan logika. Tapi kok ada yang sakit di dada saya? Ga perlu dijawab, mbok. Cuma mau ada orang lain yang tau. Saya bisa retak kalo menyimpannya sendiri…”

10.18pm, message received.

“Ah, ini tentang si perempuan dari dunia maya? I know how it feels, been there too. Gpp, kalian akan sembuh pada saatnya. Time heals, trust me.”

10.36pm, message sent.

Hapenya gak aktif, couldn’t reach him. Dan sms saya tak berbalas, sampai beberapa jam kemudian…

“Time’s healing.. But it so hurts at this moment, hurts badly..A kind of pain I can’t understand. Thanks for listening, you’re the best..”

03.07am, message received.

“I know it hurts, baby. I know it damn well. Uh, reality bites? Believe me, you’ll be just fine”

03.34am, message sent.

Lhah, brondong manis yang agak-agak womanizer kayak temen saya ini bisa brokenhearted juga ? Wah gak asik nih, saya jadi gak bisa jahilin dia seperti biasa, mempublish obrolan-obrolan sinting kita, nyela dia sampe nyungsep terpuruk sedalam-dalamnya. D’oh, gak asik nih gak asiiiiik! Ya deh, mudah-mudahan dia cepet sembuh dan bisa saya cela-cela lagi sepuasnya. Amin.

*postingan yang mungkin gak penting buat siapa-siapa, tapi penting buat saya, dan saya pengen merekamnya di sini. and you, young man, if you read this, saya mau bilang makasih. i’m glad you’re telling me this. kamu boleh nangis, boleh retak, tapi jangan pecah berantakan, ya? besok kita ngobrol kalo kamu udah enakan. you’ve got a friend in me, always. take my words.