Blogger abal-abal seperti saya ini sering gak kreatif. Suka blank, bingung mau nulis apa, tapi sekalinya baca blog orang lain dan nemu topik yang menarik, jadi terpancing untuk komentar sepanjang-panjangnya. Lebih parah lagi, biasanya saya jadi terinspirasi untuk membahas topik yang serupa di blog saya sendiri. Gak kreatif banget, kan? Kalo ibarat penyakit, ke-tidakkreatif-an saya sudah sampai pada level ‘mengkhawatirkan’ kalo gak mau disebut ‘memalukan’. Yah, namanya juga….
Ada beberapa entry di blog temen-temen yang bikin saya gemes pengen postingin juga, membahasnya dengan cara dan dari sudut pandang saya (kan? malu-maluin, kan?!), tapi tadi malem bang Toga nagih janji saya buat nulis tentang perempuan dengan tiga hati. Katanya, “pengen tau lhoh, bagaimana perspektif wanita tentang hal semacam itu”. Yah, bang. Sebenernya saya paling gak bisa nulis serius-serius gitu. Gak pede. Takut hasilnya gak bagus, keliatan sok tau dan malah diketawain orang. Tapi iya deh, coba kita liat.
Jadi gini ceritanya. Menurut bang Toga, sebaiknya seorang perempuan memiliki tiga hati. Yup, tiga hati, bukan cuma satu. Buat saya, ini menarik, karena baru kali ini saya mendengar atau membaca yang seperti itu. Menjadi makin istimewa karena statement yang agak melawan arus ini datang dari seorang laki-laki, golongan yang menurut saya adalah spesies yang paling egois, gak sensitif dan maunya menang sendiri.
Lantas gimana penjelasan tentang tiga hati tadi? Kira-kira seperti ini.
Hati yang pertama, berikan ia kepada dunia, untuk kepentingan seluruh umat manusia dan, kalau pengen lebih dahsyat, persembahkan hatimu yang ini untuk menciptakan semesta yang lebih baik (mudah-mudahan gak dianggap lancang, tapi menurut saya, ini adalah esensi dari ‘ketuhanan’)
Yang kedua, persembahkan hatimu buat orang-orang tercinta: pasangan hidup, keluarga, sahabat-sahabatmu. Buatlah dirimu berarti dan dicintai dengan cara mencintai mereka, sebaik dan sesempurna yang kamu bisa.
Ketiga, ini yang sering tidak disadari oleh para perempuan, simpanlah bagian hatimu yang ini untuk dirimu sendiri. Jangan pernah kau buka, kau bagi, atau kau berikan kepada siapa pun BAHKAN kepada pasangan hidupmu. Biarlah ia menjadi milikmu pribadi, benar-benar milikmu dan hanya kamu yang tau apa isinya, mungkin juga rahasia paling gelap yang kamu simpan di dalamnya. Ia akan jadi tempat persembunyian paling aman, sekaligus tempatmu menyembuhkan diri sendiri kalau seluruh duniamu runtuh, hidup makin terasa berat dan tak mudah dijalani, atau kisah cintamu ternyata tak seindah mimpi. Tau gak, kenapa harus ada hati yang nomor tiga? Karena diakui atau tidak, laki-laki TIDAK PERNAH memberikan 100% hati dan cintanya kepadamu! Bahkan kadang laki-laki tempat kau sandarkan seluruh hidupmu lah yang membuatmu jatuh ke jurang, menghancurkanmu sedemikian rupa sampai kau merasa tak sanggup lagi mendefinisikan arti kata bahagia.
Terlalu berlebihan? Hmm, sepertinya engga.
Update:
1. Postingan ini memang sama sekali gak orisinil, cuma berusaha membagi ide si abang itu dengan bahasa saya, bahasa blogger abal-abal.
2. I have a confession to make. Hati saya yang nomer tiga…saya simpan di blog. Bukan yang ini, tapi di tempat yang satu lagi, yang saya tempati berdua dengan partner in crime saya, my evil-twin yang aneh dan ngeselin, yang saya benci sekaligus saya sayangi dengan cara yang juga aneh dan ngeselin. Jadi kalo lagi pengen marah, pengen muntah-muntah atau sekadar pengen nangis dan mojok sendirian, ke sana lah saya pergi.

September 19th, 2007 at 9:11 pm
3 hati … jamak. perempuan dengan 3 hati bisa ndak ditulis jadi perempuan hati-hati mbok?
September 19th, 2007 at 9:17 pm
abal-abal ki boso jowo ne opo, mbok?
OOT, dezinggg
September 19th, 2007 at 9:19 pm
hati… ohhh…. hati…
satu pertanyaan…
bagaimana jika kita terlalu banyak memberikan hati??
September 19th, 2007 at 9:21 pm
wew, jadi mesti mulai dipartisi nih hatiku
eniwey, emang sih Mbok, sbg perempuan kita jgn sepenuhnya ‘menyerahkan diri’ sama suami sekalipun klo nantinya nggak pengen kehilangan diri sendiri *ngomong opo to fa?*
September 19th, 2007 at 10:07 pm
sing gawe urip? rasah yo?
September 19th, 2007 at 10:11 pm
lha kalo kayak sayah ini gimana, mbokdhe..
hati sayah ini cuma satu, tapi kok ya yang minta banyak..
*plaaakkkk..*
September 19th, 2007 at 10:22 pm
yo wes mulai skr tak mulai ber hati hati menjaga hati =3 hati tho
September 19th, 2007 at 11:31 pm
@ mbah atemo : lha yang nomer satu itu apa??? tuh kan, gak nyimak kan? dasar laki2 !!
@ tika: siapa yg minta hatimu? yang nawar 300 ribu itu ya?
September 19th, 2007 at 11:38 pm
hatiku ada tiga. rupa2 warnanya.
September 20th, 2007 at 12:09 am
wah…
*nggak sanggup kasih komen*
September 20th, 2007 at 2:22 am
( seorang laki-laki, golongan yang menurut saya adalah spesies yang paling egois, gak sensitif dan maunya menang sendiri…) waduh speechless deh kalau sudah prejudice begini he he..ampunnnn
tapi siapa sih yang bisa menebak hati seorang wanita ????
September 20th, 2007 at 3:57 am
@ fitri : tiga, nek. harus tiga! inget itu
@ bearnuts : halah. gak sanggup kenapa?
@ iman brotoseno: hati yang mana???
September 20th, 2007 at 4:02 am
aku punyak banyakkkkkk…. gak akan habis jika di minta
September 20th, 2007 at 7:07 am
setuju Dhe….
3 hati kan…? tak inget-inget itu
September 20th, 2007 at 7:31 am
bentu hati kan kaya daon talas gitu yah kalo dibagi tiga kok bentuknya ga simetris to mbok… bagi empat aja biar bagus..

September 20th, 2007 at 7:31 am
njaluk alamate blog e
September 20th, 2007 at 7:36 am
dasar laki-laki! **setuju mbok, tulisanmu yang ini emang ga orisinil n (sedikit) abal-abal**
September 20th, 2007 at 8:00 am
waaaah, theme baruuuuuuuuuuuu!!! *kemana aja sih saya?*
Btw, tulisan bagus, pacar saya dan teman-temannya harus baca nih!
September 20th, 2007 at 8:50 am
gt ya…gimana kalau 4 hati, yang pertama untuk semesta/Tuhan, yang kedua untuk keluarga kita, yang ke3 untuk orang-orang diluar keluarga kita yang kit sayangi dan yang ke4 ya buat kita sendiri
September 20th, 2007 at 8:59 am
nomor tiga itu saya sepakat mbok
September 20th, 2007 at 9:05 am
nang endi tempat rahasiane? mbok aku melu…
September 20th, 2007 at 9:14 am
hm.. konsep yang… tapi aku setuju!
September 20th, 2007 at 9:20 am
3 hati itu masih kalah karo 4 sekop..
September 20th, 2007 at 9:54 am
wah ven dikauw mengingatkan aku pada “seorang sahabat” yg telah “jalan” duluan…
dipertemuan terakhirku dia bilang, hatiku itu tak bagi 4.
3 bagian untuk anak2 ku, suamiku dan yg lain…dan 1/4 bagian adalah bagianku…semoga dia bahagia disana ..looh aku jadi sedih
September 20th, 2007 at 10:37 am
Kalo hatinya ada 3 ntar kalo gak ada lawuh yang satu bisa dipake buat lawuh
*kabur*
September 20th, 2007 at 11:40 am
Setelah (sepertinya) aku tidak pro kaumku, kekna harus kubela jg nih. Sebenernya, lelaki ga susah kok mencintai sepenuh hati. Yg sulit adalah tetap mencintai sepenuh hati. Waktu adalah tantangan terberat bagi cinta (seorang lelaki). Apa bisa mencintai dia dgn totalitas yg sama, saat masih mulus, cantik, seger, dengan ketika sudah tua, mengerut, dan berbau?
Sementara bagi para wanita, masalahnya adalah menemukan seseorang yg pantas dicintai sepenuh hati. Simbok bener, ga ada yg lebih sakit daripada ketika seseorang yg semestinya menghapus air matamu, justru yg membuatmu menangis sejadi-jadinya.
Oiya, postingnya just perfect, kecuali tentang satu hal: Simbok bukan blogger abal-abal. Sebab jika iya, disebut blogger apa pulalah kami-kami ini.
September 20th, 2007 at 11:41 am
wow, bravo buat simbok!
September 20th, 2007 at 12:44 pm
kalau menurut saya lebih mbak…..
tiga saja ndak cukup kali ya….
September 20th, 2007 at 12:49 pm
3 (dibaca:three)
MAU?
*gedubrak*
September 20th, 2007 at 12:51 pm
*Lirik koment GUH* tulisan bagus, pacar saya dan teman-temannya harus baca nih!
Kok malah kasih liat pacar??
Bukannya kita
kaum egoispara lelaki ini maunya merampas semua hati mereka??Eh iya mbo, sepertinya yang paling penting bagian yang ketiga itu ya? Apakah memang wanita selalu merasa disakiti?
September 20th, 2007 at 12:54 pm
wis rasah ngomongin hati, mbok. mending ikut acara Pesta Blogger, mbok. Okeh? sekalian tulung ikut nyebarin woro-woronya yo. thanks!
September 20th, 2007 at 1:05 pm
eh wis suwe ga mrene, jebul tampilan anyar…
lah sepertinya enak diomongin tapi gimana coba mbagi-nya, yang buat dunia 70%, yang buat tercinta 10% , yang buat diri sendiri tinggal 20%…ato berapa?
September 20th, 2007 at 1:38 pm
jagalah hati …..
September 20th, 2007 at 1:40 pm
“”Sementara bagi para wanita, masalahnya adalah menemukan seseorang yg pantas dicintai sepenuh hati. Simbok bener, ga ada yg lebih sakit daripada ketika seseorang yg semestinya menghapus air matamu, justru yg membuatmu menangis sejadi-jadinya.”"
iyah bener banget
September 20th, 2007 at 2:02 pm
abal2??itu mah tempat aq sering nyari baju2 habis pakai yg masih keliatan keren kalo udh dicuci dan distrika dengan rapi tidak lupa pake pengharum biar tambah harum biar yang liat juga ga tau kalo belinya baju itu di abal2?
*pengen ikut pesta blogger tapi……
September 20th, 2007 at 2:09 pm
lah, kok ujungnya jadi menghakimi kaum laki2 toh bu?
September 20th, 2007 at 2:25 pm
Mau tiga, dua, satu atau ga sama sekali, yang paling penting buat perempuan haruslah punya kekuatan/ketegaran, terutama pas udah jadi ibu. Itu sebabnya ada istilah ibu pertiwi atau ibu jari, ga ada bapak pertiwi
September 20th, 2007 at 3:08 pm
hatinya satu… tapi dipartisi jadi tiga dengan file system yang berbeda
September 20th, 2007 at 4:12 pm
whalah, blogger sekaliber simbok aja masih menobatkan diri sebagai blogger kelas abal-abal.
lha saya mo masuk kelas apa mbok?
September 20th, 2007 at 5:18 pm
mbak, kalo aku ngeliatnya justru hati perempuan itu kayak tendanya Harry Potter, satu tapi luas sekali dan bisa berisi segala macam, makanya kuat. kalau kita bagi 3 malah rapuh…..dan soal egois, gak sensitif…..kaum kita bahkan mampu melakukannya lebih buruk dari lelaki. Itu justru membuat hati perempuan ini sangat istimewa……
September 20th, 2007 at 7:00 pm
hmmm… intinya sih stuju…kl jangan kasih semua hati kita buat ‘mereka’ karna kadang kita butuh privasi untuk dirisendiri…..
*
*metuek’e rek arek ikie….
September 20th, 2007 at 7:16 pm
saya gimana ya? kadang2 ada yg bilang, saya ga punya hati….
September 20th, 2007 at 11:07 pm
wah kalo sampe kamu nulis hal hal yg serius, gue demo ! pening aku baca blog yg serius.
September 20th, 2007 at 11:11 pm
Bicara masalah hati adalah bicara masalah makna…
Ok ( pasang posisi ) simbah akan sedikit menjelaskan masalaha hati ini dari sisi lain.. ( Mohon di perhatikan).
Hati = tanpa pengulangan atau yang di sebut hati pertama itu adalah sebenarnya hati yang sesungguhnya, hati yang bisa berdiri sendiri tanpa perasaan dan kehendak…. tapi jika di tambah akhiran KU dan Mu hati itu menjadi bermakna dan berjiwa.
Hati-hati = atau hati yang kedua, ini sangat membawa jauh dari makna Hati yang sesungguhnya, kata itu menjadi peringatan bawah jika anda menduakan hati akan berbahaya dan terima saja resikonya
Hat-hati-Hati = atau di sebut hati yang ke tiga.. ini adalah efek dari hati yang kedua di atas.. setelah anda di timpuk pake sandal oleh belahan hati dan mata hati anda.. dan anda akan di Opname di rumahsakit….. dengan ambulance yang bunyinya Hatiiii hatiiiii hatiii hatiii hatiiiii
September 20th, 2007 at 11:28 pm
wuih… wangun tenan mbak…
dptkah aku mendapatkan wanita seperti itu???
*lagi pdkt ke seseorang nih…. halah*
September 21st, 2007 at 11:07 am
hueheuhe…akhirnya dia menulis juga tentang tema ini

makanya jangan suka janji ma Bang Toga, pas ditagih tak enak pulalah kau!
Nice posting, kapan2 klo moodnya ada,
aku juga akan menulis lagi deh…
September 21st, 2007 at 12:12 pm
#3 emang paling susah, perasaan udah ngati-ati ga’ membagi semuanya tapi teteuuppp…
ada tips u’ realisasi #3 ini??;((
September 21st, 2007 at 4:23 pm
mbok di mana blognya ?? hihihihihi
September 22nd, 2007 at 10:53 am
Berarti “poliandri” dunk :mrgreen:
October 3rd, 2007 at 6:18 pm
sip, bener banget mas…
October 10th, 2007 at 7:58 pm
manusia abal-abal tuh bahasa inggrisnya spiderman, kl blogger abal-abal berarti spiderblogger..
/
*dezzigh*