venus to mars


19th September 2007

perempuan dengan tiga hati

FILED UNDER cermin, perjalanan |

woman.jpg

Blogger abal-abal seperti saya ini sering gak kreatif. Suka blank, bingung mau nulis apa, tapi sekalinya baca blog orang lain dan nemu topik yang menarik, jadi terpancing untuk komentar sepanjang-panjangnya. Lebih parah lagi, biasanya saya jadi terinspirasi untuk membahas topik yang serupa di blog saya sendiri. Gak kreatif banget, kan? Kalo ibarat penyakit, ke-tidakkreatif-an saya sudah sampai pada level ‘mengkhawatirkan’ kalo gak mau disebut ‘memalukan’. Yah, namanya juga….

Ada beberapa entry di blog temen-temen yang bikin saya gemes pengen postingin juga, membahasnya dengan cara dan dari sudut pandang saya (kan? malu-maluin, kan?!), tapi tadi malem bang Toga nagih janji saya buat nulis tentang perempuan dengan tiga hati. Katanya, “pengen tau lhoh, bagaimana perspektif wanita tentang hal semacam itu”. Yah, bang. Sebenernya saya paling gak bisa nulis serius-serius gitu. Gak pede. Takut hasilnya gak bagus, keliatan sok tau dan malah diketawain orang. Tapi iya deh, coba kita liat.

Jadi gini ceritanya. Menurut bang Toga, sebaiknya seorang perempuan memiliki tiga hati. Yup, tiga hati, bukan cuma satu. Buat saya, ini menarik, karena baru kali ini saya mendengar atau membaca yang seperti itu. Menjadi makin istimewa karena statement yang agak melawan arus ini datang dari seorang laki-laki, golongan yang menurut saya adalah spesies yang paling egois, gak sensitif dan maunya menang sendiri.

Lantas gimana penjelasan tentang tiga hati tadi? Kira-kira seperti ini.

Hati yang pertama, berikan ia kepada dunia, untuk kepentingan seluruh umat manusia dan, kalau pengen lebih dahsyat, persembahkan hatimu yang ini untuk menciptakan semesta yang lebih baik (mudah-mudahan gak dianggap lancang, tapi menurut saya, ini adalah esensi dari ‘ketuhanan’)

Yang kedua, persembahkan hatimu buat orang-orang tercinta: pasangan hidup, keluarga, sahabat-sahabatmu. Buatlah dirimu berarti dan dicintai dengan cara mencintai mereka, sebaik dan sesempurna yang kamu bisa.

Ketiga, ini yang sering tidak disadari oleh para perempuan, simpanlah bagian hatimu yang ini untuk dirimu sendiri. Jangan pernah kau buka, kau bagi, atau kau berikan kepada siapa pun BAHKAN kepada pasangan hidupmu. Biarlah ia menjadi milikmu pribadi, benar-benar milikmu dan hanya kamu yang tau apa isinya, mungkin juga rahasia paling gelap yang kamu simpan di dalamnya. Ia akan jadi tempat persembunyian paling aman, sekaligus tempatmu menyembuhkan diri sendiri kalau seluruh duniamu runtuh, hidup makin terasa berat dan tak mudah dijalani, atau kisah cintamu ternyata tak seindah mimpi. Tau gak, kenapa harus ada hati yang nomor tiga? Karena diakui atau tidak, laki-laki TIDAK PERNAH memberikan 100% hati dan cintanya kepadamu! Bahkan kadang laki-laki tempat kau sandarkan seluruh hidupmu lah yang membuatmu jatuh ke jurang, menghancurkanmu sedemikian rupa sampai kau merasa tak sanggup lagi mendefinisikan arti kata bahagia.

Terlalu berlebihan? Hmm, sepertinya engga.

Update:
1. Postingan ini memang sama sekali gak orisinil, cuma berusaha membagi ide si abang itu dengan bahasa saya, bahasa blogger abal-abal.

2. I have a confession to make. Hati saya yang nomer tiga…saya simpan di blog. Bukan yang ini, tapi di tempat yang satu lagi, yang saya tempati berdua dengan partner in crime saya, my evil-twin yang aneh dan ngeselin, yang saya benci sekaligus saya sayangi dengan cara yang juga aneh dan ngeselin. Jadi kalo lagi pengen marah, pengen muntah-muntah atau sekadar pengen nangis dan mojok sendirian, ke sana lah saya pergi.

 

 

 

51 Responses to “perempuan dengan tiga hati”

  1. Mbilung Says:

    3 hati … jamak. perempuan dengan 3 hati bisa ndak ditulis jadi perempuan hati-hati mbok? :D

  2. puput Says:

    abal-abal ki boso jowo ne opo, mbok?

    OOT, dezinggg

  3. fian Says:

    hati… ohhh…. hati…
    satu pertanyaan…
    bagaimana jika kita terlalu banyak memberikan hati??

  4. Fa Says:

    wew, jadi mesti mulai dipartisi nih hatiku :D

    eniwey, emang sih Mbok, sbg perempuan kita jgn sepenuhnya ‘menyerahkan diri’ sama suami sekalipun klo nantinya nggak pengen kehilangan diri sendiri *ngomong opo to fa?*

  5. mbahatemo Says:

    sing gawe urip? rasah yo? :P

  6. -tikabanget- Says:

    lha kalo kayak sayah ini gimana, mbokdhe..
    hati sayah ini cuma satu, tapi kok ya yang minta banyak..
    *plaaakkkk..*

  7. kenny Says:

    yo wes mulai skr tak mulai ber hati hati menjaga hati =3 hati tho :D

  8. venus Says:

    @ mbah atemo : lha yang nomer satu itu apa??? tuh kan, gak nyimak kan? dasar laki2 !! :p

    @ tika: siapa yg minta hatimu? yang nawar 300 ribu itu ya? :))

  9. fitri mohan Says:

    hatiku ada tiga. rupa2 warnanya.

  10. bearnuts Says:

    wah…
    *nggak sanggup kasih komen*

  11. iman brotoseno Says:

    ( seorang laki-laki, golongan yang menurut saya adalah spesies yang paling egois, gak sensitif dan maunya menang sendiri…) waduh speechless deh kalau sudah prejudice begini he he..ampunnnn
    tapi siapa sih yang bisa menebak hati seorang wanita ????

  12. venus Says:

    @ fitri : tiga, nek. harus tiga! inget itu :))

    @ bearnuts : halah. gak sanggup kenapa? :D

    @ iman brotoseno: hati yang mana??? :p

  13. kw Says:

    aku punyak banyakkkkkk…. gak akan habis jika di minta :)

  14. evi Says:

    setuju Dhe….

    3 hati kan…? tak inget-inget itu :)

  15. almascatie Says:

    bentu hati kan kaya daon talas gitu yah kalo dibagi tiga kok bentuknya ga simetris to mbok… bagi empat aja biar bagus..
    :)

  16. de Says:

    njaluk alamate blog e :P

  17. iway Says:

    dasar laki-laki! **setuju mbok, tulisanmu yang ini emang ga orisinil n (sedikit) abal-abal**

  18. guh Says:

    waaaah, theme baruuuuuuuuuuuu!!! *kemana aja sih saya?*

    Btw, tulisan bagus, pacar saya dan teman-temannya harus baca nih!

  19. mei Says:

    gt ya…gimana kalau 4 hati, yang pertama untuk semesta/Tuhan, yang kedua untuk keluarga kita, yang ke3 untuk orang-orang diluar keluarga kita yang kit sayangi dan yang ke4 ya buat kita sendiri

  20. itikkecil Says:

    nomor tiga itu saya sepakat mbok :D

  21. bangsari Says:

    nang endi tempat rahasiane? mbok aku melu… :D

  22. mila Says:

    hm.. konsep yang… tapi aku setuju!

  23. pitik Says:

    3 hati itu masih kalah karo 4 sekop..

  24. wieda Says:

    wah ven dikauw mengingatkan aku pada “seorang sahabat” yg telah “jalan” duluan…
    dipertemuan terakhirku dia bilang, hatiku itu tak bagi 4.
    3 bagian untuk anak2 ku, suamiku dan yg lain…dan 1/4 bagian adalah bagianku…semoga dia bahagia disana ..looh aku jadi sedih

  25. aad Says:

    Kalo hatinya ada 3 ntar kalo gak ada lawuh yang satu bisa dipake buat lawuh
    *kabur*

  26. Toga Says:

    Setelah (sepertinya) aku tidak pro kaumku, kekna harus kubela jg nih. Sebenernya, lelaki ga susah kok mencintai sepenuh hati. Yg sulit adalah tetap mencintai sepenuh hati. Waktu adalah tantangan terberat bagi cinta (seorang lelaki). Apa bisa mencintai dia dgn totalitas yg sama, saat masih mulus, cantik, seger, dengan ketika sudah tua, mengerut, dan berbau?

    Sementara bagi para wanita, masalahnya adalah menemukan seseorang yg pantas dicintai sepenuh hati. Simbok bener, ga ada yg lebih sakit daripada ketika seseorang yg semestinya menghapus air matamu, justru yg membuatmu menangis sejadi-jadinya.

    Oiya, postingnya just perfect, kecuali tentang satu hal: Simbok bukan blogger abal-abal. Sebab jika iya, disebut blogger apa pulalah kami-kami ini.

  27. langit biru Says:

    wow, bravo buat simbok!

  28. may Says:

    kalau menurut saya lebih mbak…..
    tiga saja ndak cukup kali ya….

  29. cluk Says:

    3 (dibaca:three)

    MAU?

    *gedubrak*

  30. manusiasuper Says:

    *Lirik koment GUH* tulisan bagus, pacar saya dan teman-temannya harus baca nih!

    Kok malah kasih liat pacar??

    Bukannya kita kaum egois para lelaki ini maunya merampas semua hati mereka??

    Eh iya mbo, sepertinya yang paling penting bagian yang ketiga itu ya? Apakah memang wanita selalu merasa disakiti?

  31. ndoro kakung Says:

    wis rasah ngomongin hati, mbok. mending ikut acara Pesta Blogger, mbok. Okeh? sekalian tulung ikut nyebarin woro-woronya yo. thanks!

  32. triadi Says:

    eh wis suwe ga mrene, jebul tampilan anyar…

    lah sepertinya enak diomongin tapi gimana coba mbagi-nya, yang buat dunia 70%, yang buat tercinta 10% , yang buat diri sendiri tinggal 20%…ato berapa?

  33. NuDe Says:

    jagalah hati …..

  34. langit Says:

    “”Sementara bagi para wanita, masalahnya adalah menemukan seseorang yg pantas dicintai sepenuh hati. Simbok bener, ga ada yg lebih sakit daripada ketika seseorang yg semestinya menghapus air matamu, justru yg membuatmu menangis sejadi-jadinya.”"

    iyah bener banget :(

  35. ekowanz Says:

    abal2??itu mah tempat aq sering nyari baju2 habis pakai yg masih keliatan keren kalo udh dicuci dan distrika dengan rapi tidak lupa pake pengharum biar tambah harum biar yang liat juga ga tau kalo belinya baju itu di abal2?

    *pengen ikut pesta blogger tapi……

  36. abal-abal Says:

    lah, kok ujungnya jadi menghakimi kaum laki2 toh bu? :d

  37. Hedi Says:

    Mau tiga, dua, satu atau ga sama sekali, yang paling penting buat perempuan haruslah punya kekuatan/ketegaran, terutama pas udah jadi ibu. Itu sebabnya ada istilah ibu pertiwi atau ibu jari, ga ada bapak pertiwi :D

  38. deep Says:

    hatinya satu… tapi dipartisi jadi tiga dengan file system yang berbeda :D

  39. antobilang Says:

    whalah, blogger sekaliber simbok aja masih menobatkan diri sebagai blogger kelas abal-abal.
    lha saya mo masuk kelas apa mbok?

  40. jeng Endang Says:

    mbak, kalo aku ngeliatnya justru hati perempuan itu kayak tendanya Harry Potter, satu tapi luas sekali dan bisa berisi segala macam, makanya kuat. kalau kita bagi 3 malah rapuh…..dan soal egois, gak sensitif…..kaum kita bahkan mampu melakukannya lebih buruk dari lelaki. Itu justru membuat hati perempuan ini sangat istimewa……

  41. za Says:

    hmmm… intinya sih stuju…kl jangan kasih semua hati kita buat ‘mereka’ karna kadang kita butuh privasi untuk dirisendiri…..
    *metuek’e rek arek ikie….:P*

  42. yati Says:

    saya gimana ya? kadang2 ada yg bilang, saya ga punya hati…. :(

  43. Dian Says:

    wah kalo sampe kamu nulis hal hal yg serius, gue demo ! pening aku baca blog yg serius.

  44. Mbah Keman` Cholex Says:

    Bicara masalah hati adalah bicara masalah makna…
    Ok ( pasang posisi ) simbah akan sedikit menjelaskan masalaha hati ini dari sisi lain.. ( Mohon di perhatikan).

    Hati = tanpa pengulangan atau yang di sebut hati pertama itu adalah sebenarnya hati yang sesungguhnya, hati yang bisa berdiri sendiri tanpa perasaan dan kehendak…. tapi jika di tambah akhiran KU dan Mu hati itu menjadi bermakna dan berjiwa.

    Hati-hati = atau hati yang kedua, ini sangat membawa jauh dari makna Hati yang sesungguhnya, kata itu menjadi peringatan bawah jika anda menduakan hati akan berbahaya dan terima saja resikonya

    Hat-hati-Hati = atau di sebut hati yang ke tiga.. ini adalah efek dari hati yang kedua di atas.. setelah anda di timpuk pake sandal oleh belahan hati dan mata hati anda.. dan anda akan di Opname di rumahsakit….. dengan ambulance yang bunyinya Hatiiii hatiiiii hatiii hatiii hatiiiii

  45. thuns Says:

    wuih… wangun tenan mbak…
    dptkah aku mendapatkan wanita seperti itu???
    *lagi pdkt ke seseorang nih…. halah*

  46. jejakkakiku Says:

    hueheuhe…akhirnya dia menulis juga tentang tema ini :)
    makanya jangan suka janji ma Bang Toga, pas ditagih tak enak pulalah kau! :D

    Nice posting, kapan2 klo moodnya ada,
    aku juga akan menulis lagi deh…

  47. ndahmaldiniwati Says:

    #3 emang paling susah, perasaan udah ngati-ati ga’ membagi semuanya tapi teteuuppp…

    ada tips u’ realisasi #3 ini??;((

  48. tata Says:

    mbok di mana blognya ?? hihihihihi

  49. deKing van deDreef Says:

    Berarti “poliandri” dunk :mrgreen:

  50. mitra w Says:

    sip, bener banget mas… :)

  51. Acho Says:

    manusia abal-abal tuh bahasa inggrisnya spiderman, kl blogger abal-abal berarti spiderblogger.. :d/

    *dezzigh*

Leave a Reply