lovers

Postingan yang tertunda beberapa hari, soal selingkuhan online. Tau maksud saya, kan?
Jadi gini situasinya.
Sabtu sore kemaren, sambil nemenin precil-precil les renang, sendirian di pinggir kolam renang sambil browsing, menikmati A mild menthol dan secangkir kopi pahit (wuah indahnyaaaa…), saya sempet chatting di messenger dengan seorang kawan yang suka ngaku-ngaku sebagai ‘piaraan’ saya. Seperti biasa, kita ngobrol tentang banyak hal, sampai akhirnya nyampe juga ke obrolan ‘edisi curhat’. Intinya, kita sepakat bahwa ternyata memang hampir semua orang, terutama di lingkaran kita, punya atau setidaknya pernah punya selingkuhan online. Ada yang keberatan dengan istilah selingkuhan? Oke, kita sebut aja temen deket online atau apa lah istilahnya, kalo gitu.
Saya dan temen saya ini, anak muda umur dua puluhan, ‘orang media’, tinggal di Semarang, ngobrolin mulai dari kenapa banyak banget kejadian kayak gini di sekitar kita, apa dan gimana bentuk hubungan virtual itu, dan sejauh mana biasanya hati dan rasa terlibat di dalamnya, atau bagaimana seharusnya memanage hubungan seperti ini agar tak melukai perasaan siapa-siapa. Menyakiti diri sendiri, juga terutama orang-orang di sekitar kita. Keluarga, misalnya.
Beberapa jam sebelumnya, seorang kawan yang lain tiba2 ngebuzz ..
dia: nanya (astagaaa…bilang hallo dulu kek..)
saya: ya?
dia: saya pantes gak sih kena weblove? secara saya tipikal cowo dengan orientasi fisik.
saya: heh?? weblove gimana?
dia: platonis gitu, mbok. jatuh cinta dengan orang yg tdk pernah saya temui.
saya: oooh, maksudnya…terjerat cinta hitam di cyberspace?
dia: hiyaaaahhh..benerrr. diterusin gak mbok, enaknya?
Kemarennya, saya ngobrol dengan temen yang lain. Dua hari sebelumnya, dengan temen yang lain lagi. Masih topik yang sama, temen deket online. Nah. Dari hasil ngobrol-ngobrol itu, saya (makin) tau bahwa ternyata issue ini sama sekali bukan lagi hal yang aneh. Setidaknya saya kenal beberapa orang yang, dari pengakuan mereka sendiri, pernah atau sedang terlibat kisah cinta virtual. Dan yang lebih dahsyat, gak ada lagi batasan umur atau status. Di semua golongan dan kelompok, ini beneran terjadi. Laki-laki, perempuan, anak kuliahan, para professional, golongan pekerja kantoran, ibu rumah tangga. Gila gak sih?
Coba lihat ini. Selain dua teman yang ngobrol sama saya di awal cerita, saya punya daftar yang meski mungkin anonim, tapi percayalah, data ini valid, bukan cuma karangan saya.
- Perempuan, thirty something, ibu 3 anak, status bersuami. Dari pengakuannya, dia pernah punya ‘pacar online’ hampir dua tahun lamanya. Gak pernah ketemu karena selain jarak tempat tinggal mereka ribuan kilometer jauhnya, dia gak punya keberanian untuk itu, dan akhirnya bubar. Si perempuan kembali ke keluarganya, dan mantan pacarnya balik lagi ke tunangannya dengan hati patah. Jangan ketawa dulu, ini beneran. Mantan gebetan online si ibu ini bener-bener patah hati karena perpisahan mereka.
- Perempuan lagi, umur tiga puluhan, seorang istri dan ibu dua anak, pekerja kantoran. Beberapa bulan terakhir dia terlibat sesuatu dengan seseorang, yang walaupun dia bilang ‘cuma iseng, buat temen ngobrol, sayang2an, dan temen berantem kok..’, tapi jelas, ini masuk kategori selingkuhan online, kan?
- Perempuan, bekerja, punya suami dan 3 anak. Temen yang saya kenal udah cukup lama ini, setidaknya sudah 4 taun lebih terlibat hubungan virtual yang kompleks dengan seseorang. Saya katakan kompleks, karena mereka berdua sama-sama sudah menikah, belum pernah ketemuan, tapi begitu yakinnya bahwa ‘dia itu soulmateku, walaupun aku sangat mencintai suamiku’. Lebih aneh lagi, pasangan resmi mereka, bahkan anak2 mereka berdua tau kedekatan mereka, bahkan saling kenal.
- Perempuan (lagi), bekerja, ibu dari satu anak. Usia pernikahannya belum lagi lima tahun, tapi sudah berkali-kali berganti pasangan kencan, yang tentu saja dikenalnya dari internet. Bahkan katanya nih, biasanya setelah beberapa kali pertemuan dan temen kita ini mulai bosen dan merasa gak ada tantangan lagi, udah ga ada deg2annya lagi, temen2 kencannya ini “aku tendang-tendangin aja, mbok”.
- Perempuan, umur dua puluhan, karyawan swasta. Beberapa tahun yang lalu pernah jatuh cinta dengan seseorang, temen chattingnya. Hubungan mereka cukup intens, dia menggambarkannya sebagai ‘indah tapi aneh dan gak masuk akal’. Amat sangat saling mencintai satu sama lain, tapi entah apa alasannya mereka gak pernah ketemu (dan ini bikin saya gemes, sebetulnya), sampai akhirnya salah satu dari mereka menikah dengan orang lain.
Pertanyaan saya sekarang, kalau anda kebetulan ada di posisi mereka, apa yang akan anda lakukan? Maksud saya, kalau anda punya kesempatan ketemu dengan teman dekat anda di dunia maya yang sepertinya memang menjadikan jarak tak ada artinya lagi, anda berani? Anda berani, misalnya, menbawa hubungan anda ke level yang lebih serius? Ketemu, kemudian menjadikan kekasih maya anda ini pacar offline, menyerahkan hati anda kepadanya, mencoba setia, dan melakukan hal-hal seperti layaknya orang pacaran? Tell me people, how far would you go?
*fian, saya gak punya banyak brondong (gila kamu, yaaa???), gak doyan, dan gak pernah nyari-nyari brondong. edan!
update: ada sms dari seseorang, “i’ve read your post. yang jadi pertanyaan, kenapa para selingkuhers itu ngadunya sama simbok??? mau nyari info dari yang lebih pengalaman?” Salah banget, young man! Mereka berani curhat because they trust me. Mereka percaya rahasia mereka aman, saya mau dengerin cerita mereka tanpa sedikitpun niatan ngejudge dan nyalahin siapa2. I’m a damn good listener, you have to admit it! And believe me, their sex life, or YOURS, is none of my business! Happy now??!!
pertamax!!!!
menurutku..kalo ketemuannya secara online, kemudian pacaran juga secara ghaib (maya/online), mending menikahnya juga secara ghaib alias maya alias online..nah sing susah nek ML..piye carane supaya bisa melakukannya secara ghaib/maya/online?sampeyan pasti punya cara..hayo kasih tau!!
#Anang: penting yah pertamax? Ckck
V, it happened to me once. I was on a relationship, dan aku jatuh cinta sama seseorang. Tulisannya bikin aku klepek-klepek. Berani membawanya offline? Yeah tentu.
Aku bertemu dia, kita jatuh cinta. Dan aku masih bersamanya sampai sekarang.
edyan dah dipertamaxin!!!
”
)
humm menurut saya, selingkuhan online itu emang mengasyikkan sih… at least dr cerita temen2
sekedar mengisi kekosongan batin saat bengong di depan komputer. daripada ngupil? mending cari selingkuhan online (soalnya, orang yg diem terus2an di dpn PC cenderung seneng ngupil
mengingat status perkawinan, kalo saya sih stop sampe di hubungan maya itu tadi…
jgn membawa ke dunia nyata. too much to be risked!!
saya online/ ngeblog bukan untuk cinta. maksudku cinta yang sampai menikah. aku lebih suka berteman/berkawan/bersahabat.
karena tak ada niat, ya sampai sekarang tak pernah jatuh cinta scr virtual. lagian saya hanya mencintai seseorang yang tak mencintaiku hu hu hu….
#pitik, pakai aja webcam
@kw
lah mas, webcam-an kan cuma visual. sensasinya gak dapet tuh..
@kw : bener si arya..nek cuma webcam lak koyo nontok pidio jorok donk..
@arya : lah piye carane?
hlooooo… ini kok malah bikin thread sendiri?

@mas pitik
carane, ya harus ketemu. atau menunggu ada ilmuwan yg cukup sinting untuk mewujudkan gadget buat ML online
tidak ada yg salah dlm cinta,tapi tidak ada pembenaran utk perselingkuhan,keculai kepepet
,perasaan tiap hari kepepet je 
Pengalaman pribadi to mbok ? huahuahuahua
kalo skedar mencoba, apa salahnya? itung2 nambah pengalaman
syuku2 bisa bener2 jadian 

tapi yg nomor 1… tetep WASPADA kpd org yg blom begitu kita kenal, meskipun kesan pertama dia orgnya baik. jgn mudah terjebak
mungkin karena cuma kenal secara virtual jadi terasa lebih indah…. coba kalau misalnya sudah ketemu… jangan-jangan malah ilfil……
menurut saya sih ra masalah mbok
bedanya virtual dg yg kontak fisik kan juga relatif sedikit
hanya masalah media kan?
toh sekarang dengan media, semua jadi deket
walo ga bisa kontak fisik
naaah kalo masalah selingkuh..

aku angkat tangan
ra mudeng aku mbok
eh pinmu…

sik lagi dipesenke
jatuh cinta kan ga bisa ditebak bagaimana cara dan kapan, cuman kalo selingkuhan onlen..walah pie enakke? ga kebayang..
@anima: keknya aku kenal deh sama ceweknya..dasar perempuan penyulam kata!!! have nice relationship!!!!
halah!
curhatan karo FianDRetro di pinggir kolam renang (via YM!) to iki?! xixixixixi
“Ketemu, kemudian menjadikan kekasih maya anda ini pacar offline, menyerahkan hati anda kepadanya, mencoba setia, dan melakukan hal-hal seperti layaknya orang pacaran? Tell me people, how far would you go?”
mungkin!! sangat mungkin!!!
menurutku kok biarlah yang ghaib tetep ghaib, yang nyata ya nyata, beda handlingnya n akibatnya
sekali-kali bolehlah nyerempet-nyerempet, biar rame gitu
cinta memang anugrah tapi bisa jadi musibah klo gak bisa menempatkannya, hayahhhh opo tumon
liat dulu tampangnya, klo cakep PASTI BERANIIIIIII
Selama ga ada plang : “Dilarang bercinta di dunia maya” saya kira sah2 saja. Karena mungkin juga ini jalannya kt ketemu jodoh. Who knows?
wah…aku ndak punya YM je…..jadi ndak bisa chatting
anak muda umur dua puluhan, ‘orang media’, tinggal di Semarang
Hmm si fiandigital?
hihihihi…
berani atau tidak? kenapa tidak berani? semuanya kan tergantung dari niat awalnya. Bagi saya hubungan dalam dunia maya emang bukan untuk nyari hal2 macem itu.. so kenapa mesti takut ketemuan? selingkuhan di cyberspace???? enggak banget deh.. itu udah masuk penyalahgunaan teknologi kali ya………
wah topik ginian pasti lebih rame dr biasanya
boleh kenalan dg mrk2 itu? lu yg mana? hehehe becanda! 
baca tulisanku kan soal http://putirenobaiak.blogspot.com/2007/06/dunia-memang-maya.html ?
bagiku jawabannya akhirnya tergantung gitu lho…hoho maksudnya tergantung orangnya, cara hidup, pola pikir, dsb…
cinta beneran bisa saja, cinta tak mengenal ruang n waktu. bbrp temenku nikah dg temen online yg sudah ketemuan, tentu saja berlaku bagi yg msh single!
nah orang yg udah punya komitmenpun (nikah) bisa aja jatuh cinta lagi, sebatas itulah cinta manusia, seperti kembang api kan katamu. tinggal milih mau di apakan cinta itu, karena yg sejati hanya cinta DIA. kalau mau sejati, pupuklah komitmen cintamu (yg syah nikah) agar tak mati kaya kembang api. yg terlarang? hehehe tergantung!
berani berbuat berani bertanggung jawab dong. kalo udah selingkuh offline kayaknya gak bakalan diceritain di blog, barangkali loh. mbok, kok daptarnya perempuan semua siy? kok sptnya para pria itu gak ada yg online selingkuh?
aku gak percaya ama dunia ‘maya’, banyak tipuan di dunia maya, jadi gak berani kl kekasih maya dijadikan kekasih nyata. Lagian juga gak duwe Bu, bojo siji ae cukup.
oalah…ini thoo…????
gitu aja fian smpe PM aku bola bali..!!!!
ck..ck..ck…
lanjuutkan mbok..!!!
tak dukung….
*kesekian kalinya.KEYCODEku pepeng ganteng*
kalo blm nikah, gakpapa..kan itu cuma sarana ketemu.
kalo udah nikah,……..tanggungjawab dan kewarasan kuncinya.
jawabanku sih msh sama kan…..
Hm… some one is playing with fire here…

Pertama webchat.. biasa aja.. trus tukeran foto .. trus kirim2 foto2 assoy.. trus kopdar.. ya ditepi kolam atau tepi danau.. dan abis itu…eeeng..ing ..eeng
Begitulah siklusnya..
For those whose in their quest in love.. maybe some adventure through the cyberworld may have put some spicy experience.. and for those whose already engaged or are in relationship… hm.. this could be catastrophic
Common sense and some discretion is advised..
Hugs and kisses from West Africa..
ya kl emang cck kenapa ga??
aq jaman dulu waktu gratisannya AS thn 2003 prnh smsan ama org yg kukenal dr sms doank, setelah 2 tahun baru ketemu…
hahahaha kucing garong beraksi lewat cyber, mayan ga perlu modal bisa kreatip dikit, copy paste lagu2 cinta bikin nyang cewe termehek2 kekekekek
Mbok, aku termasuk Lho…

cuman pengen menyalurkan adrenalin, mbok!
saya berani mbok! hihihi… pacaran lewat ceting selama 6 tahun, trus ketemuan trus nikah deh (sampe sekarang)
mbok, nek wong selingkuh ki gambar e ngunu kui tho?
*manggut2 ngisor ndhuwur*
potone kelon
*selak ngantuk*
gue type one man woman. bukan masalah berani atau tidak, tetapi gak bisa ke laen hati. jangankan punya selingkuhan, punya kucing 2 aja aku gak bisa membagi cinta hehehe….
sobatku sendiri kenal ama suaminya lewat chat.
klo cocok, sama-sama masih single ya jadilah…
tapi klo dah nikah saya idem dgn mba endang. piss mba!!
Aku nggak punya mbok…
ditawarin juga nggak belum tentu mau. Kapok sama yang aneh-aneh hihihihi
kalo dulu pacaran pake surat2an, skarang ceting plus show webcam
masa itu udah lewat buat saya
dulu sih pernah jatoh cinta gara2 ceting1. kenapa tidak? saya percaya mbak, jodoh bisa ditemukan di mana aja…
asal tetep aja harus diselidiki luar dalem *data2nya bener2 valid ga*, kalau ga ya tinggal aja…jgn seperti membeli kucing dalam karung…
2. selingkuhan online bagi yg udah punya pasangan sah, menurut saja, hanya berdasarkan nafsu doang…
3. co semarang, kerja di media, usia 20 tahunan? kok kaya ciri si fiandigital, hahaha
Aku sih nggak akan membawa roman dunia maya ke dunia nyata. Mau poligami pasti kalian kecam habis-habisan. Padahal, kalau selingkuh dunia maya itu dilanjutkan ke dunia nyata dan kita nggak sekedar ngobrol ketika bertemu, kalian semua akan memandangnya sebagai hal yang wajar. Wajar bagaimana? Wong mencurangi pasangan sah secara batin dan fisik kok dibilang wajar.
Gak melu-melu mbok!!! Secara aku orangnya jirih pol kalau nyerempet-nyerempet bahaya gitu!!! Aku tak biasa ….
wah, aku nemu suamiku di blog
weh aku gak masuk blas disini !! secara teman onlineku berbedak dan bergincu semua…
kalo pacaran secara online kayak gini khan lebih aman Mbok…nggak akan hamil…
internet kan media doang. kalo ketemu langsung belum tentu kesetrum. eh, listrik kali yak..
aku iso ndaftar dadi selingkuhane ga mbok? hahaha
si mbok punya pengalaman luas ttg hal ini..
ya ngga mbok?
jadi skrg dah berapa selingkuhan ny mbok?
hehehe..
Sekalian salam kenal..
Saya dan suami, ketemu di dunia maya. Tapi sudah saling mengenal keluarga masing2 lewat video cam.Terus dia bertemu dengan seluruh handai taulan saya dan kemudian akhirnya menikah, sampai saat ini.
Waktu itu yang bisa saya lakukan hanya memasrahkan semuanya pada Tuhan. Karena saya yakin kalo Dia sudah berkehendak, gak ada yang bisa menghalangi.
saya pantes gak sih kena weblove? secara saya tipikal cowo dengan orientasi fisik.
Saya banget itu pertanyaannya…
Menurut saya, cinta itu masalah imajinasi. Pemainan pikiran, jadi bisa terjadi di mana saja. Dunia nyata atau dunia maya. Justru ketika terjadi di area tanpa sentuhan fisik ini, perasaan benar-benar memegang peranan utama. Bermain dalam benak. Mencinta tanpa meninggalkan kerusakan…
keycode: coldplay
aduh, pas banget deh sama keadaan sayah kemarin.
kemarin juga nyobain selingkuh sama temennya temen yang gak pernah ketemuan. dan smsan. tapi belum juga sehari gak tega dan kembali ke jalan yang benar..
**wekekekeke, diposting beneran
, sorry telat, bbrp hari ga sempet OL
EHmmm…karena banyak temen cewek “tersayang” di dunia nyata, hal ini menjadikan saya terasa menjadi “autorespon” entah dari obrolan maupun sikap saya terhadap temen2 online yang akhirnya menjadikan mereka “tersayang” juga….. hehehe **mbak yati, diem!!
Entah karena kenyamanan komunikasi atau memang terjadi sebuah sentuhan emosional secara virtual yang dirasakan temen2 “tersayang” saya atau hal lain…. yang jelas saya sangat berusaha menjalani yang terbaik dengan mengaplikasikan komitmen “tersayang” ini menjadi sebuah hub kenyamanan bukan sebuah keterikatan virtual yang menjadikan sebuah obsesi untuk dijalani lebih lanjut dalam kenyataan.
(meski kadang susah juga wekekeke)
**iyalah mbok…, mosok simbok punya brondong sih…, maafkan anak nakalmu ini yg suka tilpon bengi2 wekekeke… (eh aku pengen posting juga nih keknya)
hey salam kenal buat semuanya. mau numpang celetuk…
kayanya mesti dibedain deh antara yang selingkuh online dengan pacaran online.
kalo selingkuh online, ya mesti ati-ati aja…biar gak terjadi hal-hal yang diinginkan….
nah kalo pacaran online…bukan hal aneh seeh…cinta kan bisa berpendar lewat berbagai media….mungkin malah bisa jadi lebih asyikkkkk, karena deg2an terus gak ketemu2…trus kalo berantem gak akan sampe kena fisik, paling cuma damprat2an….
gitu seeh kata saya..
gosh, who ARE you? dukun cinta online? hehehe.. btw, salam kenal juga..
Selingkuh onlen jelas lebih berbahaya… wong kalau salah satu pasangan berulah, ada resiko chat log diposting sehingga seisi dunia maya bisa mengetahuinya…
*Jingkat-jingkat kabur sebelum ada yang ngamuk*
wek. angkat tangan ah. kapok bahas ginian hahaha
hmm……kakean moco seng komen malih bingung arep komen opo…wes aku manut ae*halah emang d tawari opo..haha*
saya mending “belanja”, beli, tuntas, gak berbelit-belit
wow topiknya menarik nih
*lirik kiri kanan takut gebetan baca*
kalo saya sih berhubungan via online karena memang long distance. walaupun belum ada status sekalipun, saya mencoba menjaga relationship dengan ceting. soale telpon mahal hehehe…tapi berhubung gebetan sudah kembali ke sini, sekarang udah bisa telpon. tapi ceting teteup donk, khan sarana paling murah huehehehe…
kalau soal selingkuh online, saya no komen (maklum belom pengalaman sih)
”
*lirik kiri kanan lagi. kabuuurr*
disini ga bisa icon siul siul ya?
..saya pacaran virtual selama 4 tahun… ketemu trus tunangan…
Ahahahaaa… Saya jadi ketawa sendiri membacanya, secara saya sedang melakukan hubungan (bukan selingkuh) jarak jauh yang awalnya dari cyberluv itulah. Sampai saat ini memang sudah lewat 2 bulan lah, masih tahap awal. Jika ditanya bagaimana ke depannya nanti, diajak serius atau bagaimana, jawaban saya hanya 1: saat ini bisa dikatakan saya cenderung serius, namun biarkan waktu berjalan.
*duh, mau ngetik panjang, cuma tempat OL ga memungkinkan berdiri lama-lama*
*memaki ruang kom kampus*
duuu..duuuuu…
bnyk bgt y
saya bilang juga apa… saya percaya sama kamu mbok! siip dah.
selingkuhan on line??? hehehe, asik2 aja kayaknya… tapi rawan bah ! rawan menuju ke CS (cyber sex)
btw, lam kenaaal ^_^
Hmmm… bahaya juga tapi…
it’s all about choice, dear.
Yang berani menjalaninya, ya silakan aja.
Yang nggak tahan untuk main kucing-kucingan, mending pikir-pikir dulu kali, ya?
Yang jelas, semua ada resikonya.
Nah, kalo yang berani mencoba-coba tersebut siap dengan segala resikonya, why not?
yang namane selingkuhan sepakat sama Bang eh Kang Kombor…ga wajar..salah..ga boleh..secara fisik maupun batin.
tapi kalo cinta berawal dari dunia maya..itu ga masalah menurutku. temen kantorku kemaren baru aja menikah diawalin perkenalannya di friendster….
cinta boleh berawal dari mana aza..singpenting dilakoni secara wajar dan halal…
yang pasti TOLAK PERSELINGKUHAN!…
*halah malah kampanye neng kene*
model baru niy..
Saya sih belum kawin…eh nikah, tapi saya mau curhat sama mbak, saya bisa hubungi di mana ya?
kalau cuma chatting sih gak seru mbok,
lebih seru ketemuan dan berinteraksi lah…
menurut gw loh
Hmm…saya belum pernah mengalami yang namanya “terjerat cinta hitam di cyberspace”, so i don’t have any words.
Seandainya saya mengalaminya, mungkin saya ndak akan berani buat kopi darat sama orang itu. Tapi bisa jadi saya berani kalo sudah ga tertahan rindu ingin bertemu. Hehehehe… Soalnya saya termasuk orang yang berani ambil resiko. Atau mungkin cuma sekedar nekad????
hihihi
*inget-inget, pernah ga yah ?*
(kodenya keren)
Mari sedikit bermain kata-kata; jika orang (terutama pria) bisa bersetubuh tanpa jiwa, dan bisa mencapai orgasme biologis, mengapa tak bisa pula “bersejiwa” tanpa tubuh, dan menghasilkan, katakanlah, orgasme psikologis?
Karena bersetubuh idealnya melibatkan jiwa, indeed, bersejiwa pun mestinya melibatkan tubuh. Tp sekali lagi, itu kan idealnya. Yg jelas, yg disebut terakhir lebih punya kualitas rasa.
Dengan segala “kekurangannya” cyberlove pun bisa menggetarkan hati kok, layak dikenang selamanya, meskipun misalnya tak “happy ending” dengan pernikahan atau bahkan pertemuan.
Malah, kadang itu terasa lebih pure, tulus, stainless (emang panci?). Tau sendirilah, kontak tubuh yang kemudian menghasilkan berbagai jenis cairan, dari keringat sampai *** **** itu, seringkali hanya menyumbangkan noda, mendangkalkan, dan tentu saja, melelahkan!
loh mbok curhatan terakhirku kuwi kok mbok posting hahahahahaha
if that mean a lot to me
so, why not?!
oh ternyata ada juga ya virus weblove, jatuh cinta meskipun gak pernah ketemu orangnya, selamat berselingkuh
nyindir mbok?
Mbah Keman melihat ini sebagai peluang Bisnis. Ayo siapa yang mau Dukung Ide Mbak keman dan berani mensponsori untuk merealisaiskanya
1, Biro Jodoh Online
2, Kantor URUSAN AGAMA ONLINE ( tempat Nikah dan Cerai secara Online)
3, HOtel Online untuk berhubungan intim secara Online.
4,Dokter beranak Online ( untuk melahirkan atau Aborsi anak yang lahir akibat Hub Online)
5,Dll Penunjang lainya untuk keluarga Online .
EHk tempat Ibadah Online kenapa tidak? saya mau jadi takmirnya he he
OK bro.. semoga ide2 ada yang dukung paling tidak yang lakuakan lah …walau sepintas terliaht bodoh tapi… itu bisa jadi bisnis maklumlah manusia itu selalu mengingikan hal yang beda..