fireworks_2.jpg

kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
jadi satu

mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
apakah kau?
terjebakku
dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
gambargambar, diawang-awang
mewujud kau
di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku

sulit menamaimu.

*puisi karya seorang sahabat, untuk menjawab pertanyaan seseorang tadi malam, tentang cinta dan perasaan seperti sedang saling jatuh cinta (hayaaah) yang mestinya tak perlu penjelasan. Thanx, Meiy…akhirnya gw pinjem juga puisi ini.

seperti kembang api, kekasihku…yang mereka sebut cinta sesungguhnya adalah satu rasa yang absurd. indah, berkilauan, tapi mungkin akan padam nanti pada saatnya. nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu.  dan seperti kata bang Toga, bukankah tak semua rasa perlu diberi nama?