kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
jadi satu
mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
apakah kau?
terjebakku
dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
gambargambar, diawang-awang
mewujud kau
di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku
sulit menamaimu.
*puisi karya seorang sahabat, untuk menjawab pertanyaan seseorang tadi malam, tentang cinta dan perasaan seperti sedang saling jatuh cinta (hayaaah) yang mestinya tak perlu penjelasan. Thanx, Meiy…akhirnya gw pinjem juga puisi ini.
seperti kembang api, kekasihku…yang mereka sebut cinta sesungguhnya adalah satu rasa yang absurd. indah, berkilauan, tapi mungkin akan padam nanti pada saatnya. nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu. dan seperti kata bang Toga, bukankah tak semua rasa perlu diberi nama?



cinta sesungguhnya adalah satu rasa yang absurd. indah, berkilauan, tapi mungkin akan padam nanti pada saatnya
Ooowwwwww, GREAT DEFINITION!!!!
Satu lagi bahan untuk menjelaskan kenapa saya harus meninggalkan mereka…!
nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu
Oooowwwwww, NICE WORDS!!!!
Satu lagi alasan untuk terus mencari pengganti mereka…!
seperti kata bang Toga, bukankah tak semua rasa perlu diberi nama? >> ho oh cuma di rasai…klo berasa sukur ,klo kagak … berarti lagi dibius yak ???hihihihihi
@ manusiasuper : dan kamu, peter parker, tetep aja sok keren, sok laku, sok gak butuh perempuan-perempuan itu. watch your step, kid!
dan inget yg aku bilang kemaren? go get her! ga berani? huuuu….cemen!
bagus mbok puisinya…sumpah!!
mampir dulu ah…ke blog yang bikin puisi….
*hureee….audislave lagee….ana matchboxnya?
*
@ manusiasuper : dan kamu, peter parker, tetep aja sok keren, sok laku, sok gak butuh perempuan-perempuan itu. watch your step, kid!
saya perlu mbo, perluuuuu….
kurasakan kau bunga bangkai… dilihat indah, dicium busuk
huahahahahahahaha
aniway, semua rasa itu kalau harus dinamai bikin pusing kepaa mba’e, lagian kita dah ga sempet mikirin nama ‘rasa’ itu pas kita merasakannya ^_^
kesambet apa neeh?? kok jadi gini??
@Mansup
Bagus betul kelakuanmu, Nak..
@Mbok Venus
*speechless*
*mewek2*
*nyari fadil*
@ senja: ini senja beneran apa jadi2an? huahaha…ayo anak2, ga boleh pacaran di blog ini. gila lo yaaaa???? get a room, kids!
ada siapa yg pacaran??
*di-spam-kan oleh simbok*
waduh…puisi lagi
*sekali kali pinjem puisi vino donk*
promosi heheh
lhoo……..jgn2 ini blognya mak comblang…..haaaaaaaaa
iki sing gi jatuh cinta dirimu opo anak buahmu mbok??
(gpp tho, mumpung ijik iso kroso )
tapi klo baca puisinya, aku jg bisa ikut merasakan mbok
puisine keren buanget!
*eh bukan bikinan mu ya mbok? pantessaaaaaa…nnnn….
*ngabur*
Ada seribu alasan untuk membencinya, dan lebih banyak alasan lagi untuk meninggalkannya, tapi kita ga pernah bisa.
Kita tau mencintai dia adalah sebuah kesalahan, tapi kita ga pengen memperbaikinya.
Yang lebih kacaunya, sering begitu jelas tandanya, kalau uluran cinta kita ga bersambut, tapi bukannya buru-buru menarik kembali, biar jangan malu ketauan orang, malah menjerembabkan diri ke hadapannya.
Ini mungkin Mbok, yg saya maksud dengan “mengalahkan segala”. Bersama cinta di hati, rasanya cari uang itu adaaa aja jalannya, power kita pun seperti kena turbo, melewati batas-batas sebelumnya, dan kata “bahaya” tiba-tiba lenyap dari kamus hidup kita. (Just to compare it with money, power, and security ya…)
Terdengar utopis kali ya, tapi yakin deh, bila Anda cukup beruntung, Anda telah, sedang, atau akan merasakannya, di suatu kurun waktu.
Dan bila saat itu tiba, “nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu”.
Justru karena cinta tak abadi, ia menjadi begitu berharga.
Sori, kepanjangan ya Mbok… I’m just terlalu antusias.
@ toga : buset dah, komennya gilaaaa
ya ya, saya ngerti maksudnya lah, bang. makasih
ah… saya sudah bahagia bisa memandanginya dari jauh…
tak perlu berutopia dengan mengatakannya sebagai “cinta”
ahhhh…
yo ora mbok?
bukannya sudah dinamai ‘imaji’ atau ‘ilusi’ itu mbok?
mbok nggawe dewe to mbook. Gambare kok muncrat-muncrat? Eh, kembang api ding kuwi.
numpang liat kembang api doank….
wah puisi nona meiy ternyata dahsyat juga. cek dulu ah puisi2nya yg lain… hehehe
yen soal puisi puisian ngene, ra iso komen aku. ndang dong…
ya dinamai aja seenaknya mbok, misale painem, paijem, karto..opo sopo waelah..
lumayan ven, gue bisa numpang ngetop di blog seleb

komen lagi ah: to bang toga
kenapa kita tak bisa meninggalkannya? krn tak ada yg lebh dahsyat dari cinta…
walau sakit, walau berdarah, kdg indah, kadang merana…campur baur (gado22 kalee)
@ meiy : thanks again, dear. anjrit, udah tiga kali gw posting puisi lo ya, bo? hyahahaha…
eh, patah hatinya udah sembuh? ayo ayo, ga boleh kelamaan *peluk meiy*
absen ah, dah lama ga kesini, tambah aneh aja isine blog ini
hemmm……(ndelok link-e bang toga)
bagaimana kalo aku menamainya hidup mbak…karena di situ banyak rasa yang ditawarkan….
jadi sedang berbunga-bunga mawar ya?
aq terharu membaca puisimu…
0.
trimakasih sayangku… mbokde venus
ven…mabok aku..jadi pengen jatoh cinta lageeee….(enak yak e yo??)
memaknai walau tanpa mengerti, menamai walau tanpa kejelasan yg pasti, sejuta kebencian dan alasan untuk meninggalkan namun tak ingin berjauhan,kehilangan tanpa pernah memiliki…benarkah cinta itu rangkaian keindahan???
jatuh cinta lagee?…ketoke pinuk yak…
seperti kembang api, kekasihku…yang mereka sebut cinta sesungguhnya adalah satu rasa yang absurd. indah, berkilauan, tapi mungkin akan padam nanti pada saatnya.
cinta memang absurd…….
tapi cinta saya padanya tak pernah padam…
*kok malah curhat*
@ itikkecil: tak pernah padam, atau belum?
hehehe….. belum kalee ya….
tapi sayah belum bisa membayangkan bisa padam
@ itikkecil : well, good luck, then
puisine apik mbok…
tak kiro kui gaweanmu je…
melu mules2 piyeeeee ngono mbok
huhuuuuuu
hi sunshine….sooo sweet “nyamar”
wakakakaka
simbok menye menye….
*betewe, lagi musim puwisi pancen yo?
*
“SULIT MENAMAIMU”
malu malu
jadi kelu
jadi gagu
karena ragu
benarkah aku buat mu
benarkah kamu buat ku
*apaan seeeehhhh mboookkkkkk*
jd KST KST = kasuat suat – halah
penasaran sama bang toga…*langsung buka blognya*
puisi yang indah…
Pada mulanya, cinta seperti kembang api .. meledak di dalam hati .. menghiasi seluruh sanubari sepanjang hari .. menciptakan berbagai mimpi-mimpi.
Ketika kembang api padam .. semua menjadi temaram .. tapi apakah kamu masih merasakan cahaya yang menggenggam? .. jika iya .. cinta telah bersemayam .. dalam lubuk hati mu yang kelam .. disitulah kembang api berpindah memancarkan cahaya cintanya.
[...] saat (kalau kita tumbuhkan!) Namun cinta manusia adalah cinta bersyarat! Cinta sesaat. Kalau kata Simbok, seperti kembang api yang gampang padam setelah kemeriahan berlalu. Kalau ingin cinta itu [...]
Saya kena tuah puisi ini lagi….