billy_crystal8.jpg

Masih inget adegan heboh saat Meg Ryan nunjukin ke Billy Crystal bahwa perempuan sering ‘terpaksa’ berpura-pura orgasm supaya tidak melukai ego pasangannya?  Scene yang lucu abis secara kejadiannya di dalam sebuah restoran yang lagi penuh orang, dan Meg Ryan nekad mempraktekkan kepura-puraan itu dengan ekspresi wajah, suara dan napas  terengah-engah bahkan teriakan ‘pura-pura orgasme’ yang bikin semua orang di ruangan terbengong-bengong ngeliatin mereka berdua.

Film komedi romantis garapan sutradara Rob Reiner yang dirilis tanggal 12 Juli 1989, persis 18 taun yang lalu (eh pas bener yak tanggalnya), bercerita tentang persahabatan antara Harry (Billy Crystal) dan Sally (Meg Ryan) yang sudah berjalan selama hampir sebelas tahun. Cerita tentang dilema yang sering dihadapi dua orang sahabat yang berlainan jenis kelamin, dan tentu saja ‘isi otaknya’ juga berbeda (bukankah hampir seratus persen isi otak laki-laki cuma berputar-putar di daerah selangkangan?!)

Nah, hal ini yang belakangan mengusik syaraf keisengan saya. Seorang kawan, beberapa waktu yang lalu mengaku hampir saja have sex dengan teman wanita yang juga adalah teman satu kantornya. Temen saya yang lain, seorang laki-laki di awal 30-an, begitu yakin bahwa satu saat dia pasti berhasil membawa sahabatnya ke kamar hotel. No obligations, no commitments. Just sex. Bener-bener deh para lelaki ini…

Nah. The big question is, mungkin gak sih, kita bersahabat dengan lawan jenis tanpa berakhir di tempat tidur?