berhenti
PERJALANAN PANJANG. PERJUANGAN SEPENUH HATI. TAK BOLEH SIA-SIA KALI INI. AKU INGIN DAN H-A-R-U-S BERHENTI. HARUS. HIDUPKU MUNGKIN TAK KAN PERNAH SAMA LAGI. TAPI DEMI SEGALA DEMI, TAK BOLEH ADA ALASAN UNTUK KEMBALI.
NOT EVER…
ruang hati, 26 maret 2007
*honey, consider it’s done. ingatkan kalau aku mulai menipu diri sendiri. and thanks for being there for me…
the messenger
Sebuah buku tentang interaksi manusia-manusia yang berseliweran di dunia maya. Berkenalan, lalu merasa (atau pura-pura merasa) saling jatuh cinta. Hal yang amat manusiawi, sangat biasa. Yang membuatnya menjadi sesuatu yang tak biasa adalah karena dua tokoh sentral dalam buku ini, Rana dan Sofia, masing-masing berperan sebagai orang lain dalam dunia cyber. Rana, lelaki tulen, berpura-pura menjadi seorang perempuan dengan nick Mpus_imut70. Sofia, perempuan yang berkali-kali patah hati, menjelma menjadi seorang laki-laki yang gentle, penyayang, sekaligus genit dan agresif dengan nick name Lelakikelam. Di chat room, mereka jadian, “pacaran’, saling menggoda, dan akhirnya memutuskan untuk saling bertemu di dunia nyata.
Sampai di sini, keruwetan dan kelucuan pun dimulai. Rana dan Sofia sama-sama terjebak dalam topeng yang mereka ciptakan sendiri. Karena pada saat yang sama, mantan pacar Rana yang tinggal bersama suami bulenya di Belanda, justru sedang berusaha ‘menjodohkan’ si mantan (Rana) dengan Sofia, sahabatnya saat kuliah. Tanpa tau bahwa Sofia sebenarnya adalah si Lelakikelam, kekasihnya di dunia maya, Rana menemui gadis cantik ini di sebuah kafe. Dan Rana jatuh suka, sebelum benar-benar merasa jatuh cinta pada Sofia.
Lalu timbul masalah baru. Tanpa sengaja, dari kebetulan-kebetulan yang ditemuinya, Rana akhirnya tau bahwa Sofia lah si Lelakikelam, pria teman kencannya di dunia maya. Rana menjadi gamang, ragu-ragu menentukan sikap. Haruskah ia membuka identitasnya dengan resiko kehilangan Sofia yang telanjur disukainya, atau menyimpan rapat-rapat rahasia bahwa dia adalah si Mpus_imut70? Kalau ia katakan siapa dirinya sesungguhnya, bagaimana reaksi Sofia? Marahkah? Atau, maukah gadis ini memaafkan kebohongan-kebohongan yang sekian lama mereka bagi di ruang maya bernama Yahoo! Messenger?
Sebuah cerita ringan tentang keseharian kita. Saya, juga kalian yang membaca blog ini *wink*. Betapa dunia tanpa wajah yang menjadikan jarak tak lagi punya banyak arti ini, bisa membius kita yang hidup di dalamnya. Kebohongan demi kebohongan, sepertinya mau tak mau mewarnai bentuk interaksi para peselancar di ranah yang nyaris tanpa batas waktu dan geografis ini.
Tapi satu hal yang membuat saya lega (hmmm…barangkali karena mereka mengingatkan saya pada sesuatu atau seseorang yang dekat dalam kehidupan saya ya?), endingnya ringan dan menyenangkan.. Mereka, Rana dan Sofia, akhirnya memutuskan untuk start over. Berkenalan lagi seperti mereka dulu pertama kali ‘bertemu’. Hanya kali ini, mereka bertukar ID, hehehe…
Mpus_imut70 : asl, plz ?
Lelakikelam : 35/m/jkt. U ?
Mpus_imut70 : 30/f/jkt.
catatan: ini adalah buku cerfet (cerita estafet) karya blogger-blogger Indonesia yang tinggal di empat tempat berbeda.; JaF, tuteh, Sa, dan Uyet. Hebat, euy…kapan ya saya bisa bikin buku sendiri? hi hi hi…
wiken, tak selalu menyebalkan
Aslinya, saya bukan orang yang selalu nunggu akhir minggu dengan setumpuk rencana indah; jalan2, ke salon, nonton, belanja (atau ‘nonton’ orang belanja). Ibu rumah tangga gitu loh. Weekdays, weekend, nyaris ga ada bedanya. Gak ada jadwal khusus buat jalan-jalan ke mall, misalnya. Kapan aja saya pengen jalan, ya saya jalan. Senin-selasa-rabu-kamis-jumat-sabtu-minggu…what difference does it make buat saya yang bukan nine to five people? Juragan saya juga bukan orang kantoran, jadi kita gak biasa bikin planning ‘ malem minggu ini kita mau kemana’. Biasanya akhir minggu malah hari yang sepi buat saya. Juragan ‘ngantor’, precil-precil saya sibuk sendiri sama gank-nya, dan saya cuma bisa bengong nongkrongin komputer berjam-jam. Huh !
Tapi kali ini beda. Saya tadinya pasrah mau berakhir gimana akhir minggu kali ini, tapi ternyata nasib berkata lain (halah). Gak sengaja, saya terlibat dalam satu forum kacau tanpa filter dengan beberapa temen. Kacau tapi seru. Diskusi panjang sampai jam dua dini hari waktu jakarta dan sekitarnya. Pertanyaan-pertanyaan ajaib dari wadehel, manusia aneh yang selama ini saya anggap agak-gimana-gitu, dan jawaban-jawaban cerdas tapi ancur dari bu dokter, bener-bener bikin saya gak bisa berenti ngakak. Wadehel yang lumayan gila aja sampai mati langkah dan teripu-sipu, sementara si antobilang cuma bisa terbengong-bengong menunjukkan kepolosan dan kendesoannya waktu diskusi makin panas dan merambah soal-soal klasik antara hubungan laki-laki dan perempuan, dari masalah cinta, hati, perselingkuhan, sampai mitos-mitos basi dan sangat gak ilmiah tentang aktifitas di atas ranjang.
Hahaha…dokter Evy dan simbok Venus kok dilawan. Kalian para lelaki suka merasa superior dan lebih jago siiihhh…
(Jadi, kita makan siapa lagi malam ini, dok?)
sebel
Wah, telat nih saya. Gara-gara otak lagi korslet, baru tadi pagi saya baca tentang pak menteri negara tetangga yang sebel sama blogger. Ada apa ini? Weee laaah, bapak menteri yang terhormat itu bilang,
“All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women. All bloggers are not in favour of national unity. Our country has been successful because we are very tolerant with each other, if not, there will be civil war, the Malays will kill the Chinese, the Chinese will take revenge and kill the Malays, and the Indian will kill everyone.”
Ngawur! Unemployed? Liars? Dodol bener. Beliau pasti gak tau, di antara 130-an temen blogger saya, buuuanyak banget orang2 hebat. Gak pernah ikut kopdaran sama kita siiihhh…
Nih, beberapa temen saya yang saya bilang orang-orang hebat itu ( maaf buat yg namanya gak saya sebutin, gak mungkin lah saya tulis 130 nama di satu postingan, kan? ) ;
1. ‘Bapak macam apa’, Sir Mbilung McNdobos sahabat saya, blogger wagu yang tau segala dan pinternya ora umum.
2. Tito, dokter hewan yang doyan nggambar dan suka menyebut diri sendiri ‘bodoh dan sok tau’.
3. Dokter Evy yang cuuuantik dan baik hati karena gak pelit ilmu dan ngasi konsultasi gigi (gratis) di blognya.
4. Sahabat saya si Yati yang aneh, pinter sekaligus ngeselin. Dia ini wartawan yang beberapa hari lalu tulisannya tentang kampung eks tapol PKI dapet pujian dari sana sini.
5. Yoyok, sang provokator yang gak cuma pinter ngomong tapi juga aktif di melati, satu yayasan yg ngurusin anak2 jalanan dan anak2 dari kaum yang terpinggirkan.
6. Kum Kum ( maaf, namanya Kumala, sebenernya, hehehe…), orang radio yang gaulnya sama seleb2 macam si Ivy Batuta, dave Hendrik, Aci Suherman, yang blognya, kata dia sih, mewakili jeritan piluuuuw perempuan-perempuan yang tertindas.
7. Ipul, yang selain jago IT juga puinter nilep asbak buat temennya ( saya, maksudnya…).
8. Tukang air dan tetangga sebelah kamarnya yang jauh-jauh nyari ilmu nun di India sana.
9. Dinda, koresponden LA Times di Jakarta ( apa gak TOP, ituh???)
10. Meiy, temen ngerumpi, ibu tiga anak yang masih sempet jadi aktivis lingkungan di Medan.
11. Luigi, yang berjuang untuk misi kemanusiaan di bawah bendera United Nations, sekarang lagi ditugasin di Liberia.
12. Ndoro Kakung, senior editor sebuah koran paling top di Indonesia yang pengen banget jadi cem-ceman saya ( halloo, maaaass…)
13. Last but not least, saya sendiri (walah), seorang ibu yang gak-canggih-tapi-juga-gak-bego-bego-amat, yang kalem, ramah, pendiam, rajin membaca, tidak congkak, dan tidak sombong.
Sekali lagi, maaf saya gak mungkin nyebutin nama semuanya, tapi itu cukup lah menjelaskan, betapa salahnya pak menteri itu kalo bilang ‘para blogger cuma pembual dan mayoritas pengangguran’. Enak aja!
Makanya pak cik, lain kali jangan waton njeplak. Kenalan duluuu, salaman dulu sama blogger-blogger Indonesiaaaa….
( Maaf, nuwun sewu, saya masih sebel dan gemes. Boleh misuh ya? Gak boleh? Yo wis lah, hahahaha….)
citos lagi
Cilandak Town Square, 4 maret 2007. Thanks to Pepeng ( aarrrgggghhhh…), akhirnya jadi juga acara kumpul-kumpul ga jelas ini. Singkat aja, kemaren ada saya, mas mbilung (yang menurut ndoro bedhes adalah TTM saya ), mbak Jenni, Eny, Hedi, Ipul, Mita, Bebek (yang ternyata pendiam, hihihi…), Bahtiar, Ghilman, kemudian ada mas Tabah dan istrinya yang cuma mampir sebentar.
Ini gambar-gambar laknat yg sempat tertangkap kamera saya…

mas mbilung, bebek, ipul, adri

hehehe…maaf, bukan iklan terselubung.
Makasih semua. Makasih Ipul yang kabarnya punya pabrik duit dan telah bermurah hati membelikan saya sebungkus rokok ( plus ‘ngambilin’ asbak yang keren
). Dan buat bebek, makasih sempet dateng walaupun kamu lebih banyak diem dan nguping saya dan eny yg lagi bisik-bisik cekikikan. Selamat jalan ke Aceh, Bek. Good luck.
Ah, soal planet merah, Eny sempet tanya,’gimana, gimana? ayo cerita!’
Waduh, you don’t wanna know, baby. You don’t wanna know. Perut saya masih ngilu, masih terasa agak nyeri di bagian-bagian tertentu. Jadi silakan bayangin sendiri ‘penderitaan’ yang saya alami, hahaha…




My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.