Membaca tulisan ndoro kakung yang terhormat tadi malam, bener-bener bikin saya ngakak sampe lemes. Lucu sekali, ndoro bilang beliau meragukan bahwa saya ini perempuan. How could he say that, for god’s sake?? Dan di akhir tulisannya, beliau meminta saya melakukan klarifikasi, pembuktian bahwa saya perempuan asli.
Sedikit cerita tentang saya dan ndoro kakung. Saya mengenal beliau sudah cukup lama. Kurang lebih dua tahun yang lalu, saya nyasar ke blog beliau. Tanpa tau siapa dia, saya langsung terkiwir-kiwir membaca tulisan-tulisannya yang cerdas, lucu, dan ’sangat jawa’. Belakangan baru saya tau bahwa ndoro adalah wartawan senior di salah satu koran yang terbit di Jakarta. Dari situ kekaguman saya berawal.
Setelah bisa ( dan berani ) punya blog sendiri, akhirnya saya punya kesempatan untuk mengenal beliau secara pribadi, sekalipun awalnya cuma saling sapa di blog masing-masing. Dan benar kata beliau, selalu ada kejutan di tiap tikungan kehidupan. Siapa sangka, akhirnya kami berdua bener-bener berteman (dalam arti sebenarnya) di kehidupan nyata. Dan tantangan ndoro kemarin, terus terang saja membuat saya mikir, ada apa sih, ini? Apa salah saya sampai beliau terang-terangan memulai peperangan yang gak mutu dengan saya?
Ndoro bilang, dia gak yakin saya ini perempuan tulen. “Saya sebetulnya juga meragukannya, terutama blog nomor 10 karena terus terang saya belum pernah membuktikan keperempuanannya”. Hahaha…bo’ong banget. Mau tau faktanya?
Pertama, jelas beliau tau kalo saya bukan perempuan jadi-jadian. Kita eh kami pernah ketemu, sebulan yang lalu kalo gak salah, dan bersama-sama melewatkan beberapa jam yang menyenangkan di Bogor. Dan saya punya beberapa foto sebagai bukti (nyesel banget gak kepikiran bikin video…).
Kedua, mungkin ndoro lupa atau pura-pura lupa, atau sengaja gak pernah menceritakan tentang seberapa dekat kami berdua selama ini. Ndoro ‘lupa’ menceritakan tentang pesan-pesan pendek ( baca: sms) yang selalu dia kirim ke hape saya, dari pagi sampai menjelang pagi lagi, setiap hari. Amnesia akut atau…
Ketiga, ndoro pernah terang-terangan ngajakin saya nginep di Puncak (walaupun belum kesampaian sampe sekarang karena kesibukan beliau). Ndoro yang terhormat itu bahkan pernah sms saya, “jeng, nanti kalo kita ke Puncak, bapaknya anak-anak gak usah dibawa ya? jangan kuatir, i got my protection with me…” See? Ndoro bahkan sudah siap dengan ‘karet pelindung’.
Keempat, masih soal sms, tadi malam seperti biasa ndoro menyapa saya lewat sms-smsnya yang intimidating. Saya yakin sekali, ndoro tau kalo saya ini gampang kalah sama laki-laki yang nekat dan ‘menyerang dengan brutal’ seperti dia. Dan waktu saya bilang saya mau tidur karena sudah hampir pagi di negara saya, dia jawab, “ok sweetie”. Hmmmmm…ngarep pengen jadi cem-ceman saya yang kesekian ? Hanya ndoro yang tau…
My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang
pinter-pinter dan ganteng-ganteng.