![]()
Kata siapa wanita lebih lemah daripada laki-laki? Banyak yang bilang, selalu ada seorang perempuan super dibalik kesuksesan seorang laki-laki. Saya punya anekdot bagus tentang ini.
Di sebuah pom bensin, seorang konglomerat, sebut saja pak X, turun dari mobil mewahnya. Mau ngisi bensin, ceritanya ( ya iya lah, masa mau pipis? ). Istri si pengusaha kaya ini kaget. Laki-laki yang bertugas ngisi bensin di situ, sebut saja namanya Y, ternyata mantan pacarnya waktu kuliah di Jogja beberapa taun yang lalu. Pak X, istrinya, dan si tukang bensin sama-sama kaget, karena mereka bertiga dulunya satu almamater dan saling kenal. Setelah urusan ngisi bensin dan basa basi saling ber-hai hai selesai, meluncurlah mobil mengkilat milik pak X ke jalan raya.
Nyampe rumah, dengan bangga dan pedenya pak X bilang sama istrinya, “Ma, untung kamu dulu nikahnya sama aku ya? Coba dulu kamu milih si Y jadi suami, waaah…kamu gak ada di sini sekarang. Pasti kamu hidup pas-pasan, jadi istri penjaga pom bensin”.
Sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, si istri menjawab kalem,” Untung kamu dulu nikah sama saya. Kalo saya nikah sama si Y, pasti dia udah jadi konglomerat sukses sekarang, dan kamu cuma jadi penjaga pom bensin”.
Ah, sudah lah. Berdebat tentang siapa yang lebih kuat, laki-laki atau perempuan, pasti gak akan ada habisnya. Yang jelas, saya bangga jadi perempuan. Siapa bilang kami lemah? Kami gak manja seperti kalian para laki-laki.
Mau tau buktinya? Kami gak pernah netek pada perempuan dewasa karena kami bisa mandiri di atas kaki sendiri.
Hidoep perempoean !!!
*terinspirasi dari tulisan dokter evi tentang ‘women and their power’. sebagian isi tulisan saya kutip dari blog saya dan kawan-kawan saya.
**gambar, nyolong dari sini

February 16th, 2007 at 4:53 pm
Ah dari dulu isu gender berkali-kali terbahas tanpa ujung, emansipasi menjadi kata pilihan untuk mensetarakan gender yang merasa terdiskriminasi. Cuman yang saya heran, emansipasi selalu memilih kondisi-kondisi pada posisi yang “strike>mulia / enak”. Contoh, banyaknya wanita karir bahkan menjadi orang no 1 pd sebuah negeri dijadikan bukti keberhasilan dan menjadi bahan perbandingan propaganda kesetaraan gender. Coba deh ada tidak yang mempropagandakan untuk posisi-posisi sebagai kuli bangunan, buruh barang di pelabuhan dll dst dsb. Kekeke katanya emansipasi, tapi lek seng soro-soro kok rodo soro nerimone
Hehehehe piss…..
February 16th, 2007 at 8:57 pm
kdg2 aku mampir ke pom bensin (biasanya kalo lagi touring) cuma buat pipis lho mbak
February 16th, 2007 at 9:42 pm
wah lagi sensi nih si mbak..kok ujung ujung jadi netek ke wanita dewasa ..iya saya sih setuju kalau dukungan, doa, cinta dari istri menjadi resep manjur untuk kemajuan karir suami
February 16th, 2007 at 10:00 pm
neteknya ke lelaki dewasa ya…
February 17th, 2007 at 12:09 am
weee…aku sering ke pom cuma buat pipis….n …emang gak ada apa perempuan dewasa yang msh netek….? mosok seh ?hahahahha
February 17th, 2007 at 12:58 am
kok jadi pada ngomongin netek+pipis sih…
duh daku sungguh tidak mengerti???
kan intinya saling dukung mendukung antara laki-laki dan wanita, ga bolek ada yang ngaku paling berperan!!!!
February 17th, 2007 at 1:34 am
perempuan memang tiada duanya!!!!
February 17th, 2007 at 2:10 am
yuk dengerin curhat mereka (kaum laki) yang lagi ikut pendidikan militer.
atau curhat mereka (kaum perempuan) yang sekolah di akademi keperawatan. halaaahh.. apa hubungannya yaa???
laki-laki membutuhkan perempuan untuk membuktikan dan mempersembahkan *power* nya.
perempuan membutuhkan laki-laki untuk membuktikan dan mempersembahkan *kelembutan* nya.
asik kah hidup di dunia ini kalo isinya laki-laki semua??
atau perempuan semua??
February 17th, 2007 at 2:13 am
Istri si pengusaha kaya ini kaget.
iki maksude kowe ya, nduk. jadi insiden di atas itu pengalamanmu sendiri pada malam itu yo? i see …. *manggut-manggut*
February 17th, 2007 at 2:30 am
ah jadi pengin nyoba netek
February 17th, 2007 at 4:39 am
memang betul sekali mbokdhe… aku ngerti buktine dewe.. ngerti sak ngerti ngertine, weruh sakweruh weruhe yen wong wadon luwih kuwat tur hebat tinimbang wong lanang…
wong wadon iso ngangkat gunung rong iji tanpa butuh bantuan wong liyo… bedo karo wong lanang.. trimo ngangkat ndog rong iji wae isih kudu diewangi manuk…
February 17th, 2007 at 6:24 am
numpang netek boleh ndak, bude?
February 17th, 2007 at 6:35 pm
jadi, antara X, Y, dan istri X adalah takdir. takdir sebagai konsekuensi pilihan. betul begitu?
rumusannya begini X + istri X = takdir
Y + istri X = takdir juga.
February 18th, 2007 at 1:42 am
wah uka gurung uyap ki, dadi kadit osi komen soal gender
*be’e bener kodew lebih kuat, soale mojopahit yo rutuh goro² iku
*
February 18th, 2007 at 2:23 am
tapi tidak semua perempuan punya warisan banyak dan perusahaan laiknya ceritamu sehingga iso diwariske nggo bojone!
nyatane banyak perempuan mata duitan di sinetron itu !! yang malah ngincer bondone lanange!!
ho’o to?
February 18th, 2007 at 3:45 am
Akhirnyaaaa….setelah berkeringat kebuka juga blog-mu cah ayu…
hueheuhue…wong wdok sio neteki…wong lanang ga bisa…ya…Hidup wong wedook…!!!!
February 18th, 2007 at 3:52 am
Mbok, netek itu ukuran kedewasaan ya
February 18th, 2007 at 7:35 am
Haha! Joke ini pernah muncul saat Clinton jadi presiden. Lah piye maneh, yang momong dan menyelematkan Bill, terutama kalo kesandung urusan wanita, sejak dulu ya Hillary.
February 18th, 2007 at 3:34 pm
Dear venus: halah halah..dari gender kok malah ke kata2 saru seh?
Btw hidup peyempuan!
February 18th, 2007 at 5:53 pm
eeehm perempuan tetaplah lemah… mana ada perempuan yang bisa keraas, ya gak? gak ada kan algojo perempuan, yang bisa keras laki2. laki yang tidak bisa keras tlong bawa kedokter,,, nyambung gak sih
February 18th, 2007 at 7:38 pm
hehe.. ada benarnya cerita diatas, tapi bagusnya semuanya berperan, saling melengkapi.
February 20th, 2007 at 2:39 am
huhuhuhu…
inih fans fans saya harus baca ini postingan..
biar ngerasa beruntung pernah kenal sayaa..
hihi…
February 20th, 2007 at 5:23 pm
hehehe..menarik menarik..
mbak venus ki mbok jangan sensi nopo? wong kita kaum pria ini ga pernah meremehkan wanita kok ,kita menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita…
anda pendukugn kesetaraan jender mbak?
February 22nd, 2007 at 12:20 pm
Ya, sebagai laki-laki, aku juga mengakui bahayanya wanita. Jika tidak hati-hati bisa dikuasai sepenuhnya dan tidak bisa berkutik
February 22nd, 2007 at 2:11 pm
Aku pernah lho mampir ke pom bensin jam 6 pagi..bukan..bukan pipis…tapi ek- ok…sumprit gak bohong!! Padahal kondisi bau mbesenya mbikin nggeblag…Tapi daripada bobol di kursi mobil, atau daripada kerepotan mbungkus terpaksa aku lakukan..
woalaahh..nasib, tapi lega bo’…
March 1st, 2007 at 3:18 am
Waduh-waduh kok jadi pada ngomongin téték-menéték?
Berarti gak ada perempuan yang dulunya minum ASI ya?Sosok ibu kan juga perempuan dewasa

Masak dulu perempuan nétéknya sama bapak? Susah membayangkannya
March 1st, 2007 at 3:53 am
Alangkah baiknya bila venus daftarkan postingan ini di
http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
pada kategori Self-Discovering dan kategori lainnya yang relevan.
May 9th, 2008 at 2:56 pm
aaahhh…akhirnya ketemu jugaa…
*abis ngubek2 dari taun 2006*