woman-with-apple2.jpg
Kata siapa wanita lebih lemah daripada laki-laki? Banyak yang bilang, selalu ada seorang perempuan super dibalik kesuksesan seorang laki-laki. Saya punya anekdot bagus tentang ini.

Di sebuah pom bensin, seorang konglomerat, sebut saja pak X, turun dari mobil mewahnya. Mau ngisi bensin, ceritanya ( ya iya lah, masa mau pipis? ). Istri si pengusaha kaya ini kaget. Laki-laki yang bertugas ngisi bensin di situ, sebut saja namanya Y, ternyata mantan pacarnya waktu kuliah di Jogja beberapa taun yang lalu. Pak X, istrinya, dan si tukang bensin sama-sama kaget, karena mereka bertiga dulunya satu almamater dan saling kenal. Setelah urusan ngisi bensin dan basa basi saling ber-hai hai selesai, meluncurlah mobil mengkilat milik pak X ke jalan raya.

Nyampe rumah, dengan bangga dan pedenya pak X bilang sama istrinya, “Ma, untung kamu dulu nikahnya sama aku ya? Coba dulu kamu milih si Y jadi suami, waaah…kamu gak ada di sini sekarang. Pasti kamu hidup pas-pasan, jadi istri penjaga pom bensin”.

Sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, si istri menjawab kalem,” Untung kamu dulu nikah sama saya. Kalo saya nikah sama si Y, pasti dia udah jadi konglomerat sukses sekarang, dan kamu cuma jadi penjaga pom bensin”.

Ah, sudah lah. Berdebat tentang siapa yang lebih kuat, laki-laki atau perempuan, pasti gak akan ada habisnya. Yang jelas, saya bangga jadi perempuan. Siapa bilang kami lemah? Kami gak manja seperti kalian para laki-laki.
Mau tau buktinya? Kami gak pernah netek pada perempuan dewasa karena kami bisa mandiri di atas kaki sendiri.

Hidoep perempoean !!!

*terinspirasi dari tulisan dokter evi tentang ‘women and their power’. sebagian isi tulisan saya kutip dari blog saya dan kawan-kawan saya.
**gambar, nyolong dari sini