Membaca tulisan ndoro kemaren tentang bagaimana sebuah blog bisa sangat powerful, dan bahkan sanggup menciptakan gonjang-ganjing dan menuai protes dari sebuah kementrian di negara tetangga, terus terang saja membuat saya sedikit kaget. Di situ, beliau menambahkan, sebagai satu kekuatan baru, katakanlah begitu, semestinya kita para jurnalis palsu ini juga taat terhadap peraturan tak tertulis di ranah blogosphere. Menulislah dengan jujur supaya kredibilitas terjaga, begitu sabda si ndoro.

Beberapa hari yang lalu, saya kebetulan nyasar ke blog seseorang (saya lupa alamatnya, maaf). Dia mengatakan bahwa “ngeblog pun ada etikanya. Jadi, tunjukkan kelas anda.” Wow!

Lalu bagaimana dengan kebanyakan orang, saya nih misalnya, yang ngeblog cuma buat seneng-seneng dan kepuasan pribadi aja? Saking senengnya, saya bahkan punya 5 (lima !) blog yang isi dan temanya beda-beda. Yang venus-to-mars ini, lalu ada lagi satu blog yang amat sangat personal, lebih mirip diary yang isinya cuma puisi dan curhatan saya yang menye-menye. Ada lagi beberapa blog keroyokan, di mana saya dan temen-temen yang sama gilanya bersahut-sahutan menulis tentang hal-hal yang kacau balau dan gak jelas.

Ngeblog, buat saya adalah alat untuk menuangkan apa yang lewat di kepala. Bagus enggaknya, saya gak mikirin. Saya juga gak begitu peduli dengan segala macam etika menulis. Gak apa-apa saya dibilang psikopat. Gak masalah kalo ada yang ngatain blog saya ‘saru dan ra mutu’. Apanya yang saru, sih? Saya kan gak pernah memuat gambar orang ‘tumpak-tumpakan’ di sini?

Blog saya cupu dan gak informatif? Lha saya memang bukan penulis, bukan orang media seperti ndoro kakung dan paman tyo. Jadi jangan berharap menemukan sesuatu yang informatif di sini. Menurut saya sih, kalo orang pengen baca informasi serius tentang kejadian-kejadian yang up to date, ya baca aja koran atau situs-situs berita online. Kalau mau yang ‘panas’, ada jutaan situs ‘haram’ yang dengan mudah bisa kita akses. Saya ngeblog cuma buat fun, kok. Di sini saya bisa sejenak melepaskan diri dari dunia nyata dan keseharian saya. Saya merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Dan yang paling penting, setelah nulis saya jadi lebih lega, lebih happy, dan gak sakit jiwa.

Singkatnya, saya ngeblog untuk keseimbangan.

catatan: maaf, ndoro. ini bukan pembelaan. saya juga males diskusi soal etika nulis dan ngeblog dengan njenengan. saya pasti kalah bahkan sebelum mulai. siapa lah saya ini, ndoro… :d