cecebeach079.jpgluigi_12.jpgluiginigeriantroop.jpgSungguh ajaib bagaimana sebuah pertemanan dimulai. Suatu pagi, seperti biasa setelah urusan precil-precil beres, saya langsung membuka mailbox saya, baca dan bales beberapa di antaranya (dan menghapus sisanya, karena sering juga dapet surat-surat aneh yang gak penting. huh!), dan sebuah email dari Liberia lumayan mengagetkan saya. Hah, sapa nih? Luigi? That Luigi? Oh my.

Sebuah surat yang singkat saja, tapi dia ngasi contact numbernya lengkap di situ, dan dia minta nomer telpon saya. Ummm..okay-okay. There’s no harm in giving your number to such a nice person like Luigi, right? I mean, come on..ini Luigi, gitu loh :d

Jadi tanpa pikir panjang (saya sebenernya emang jarang mikir, lebih sering ngikutin apa kata hati saya ajah), saya reply sekalian saya kasi nomer seluler saya. Dan sorenya, pas lagi enak-enak rebahan, tiba-tiba ponsel saya jejeritan. Hah, sapa sih niii? Gak bisa liat orang seneng. Mana nomernya ga kebaca lagi. Males-malesan saya angkat, dan ternyata, ho ho ho…it’s him. Telpon jauh-jauh dari benua antah berantah, just to say hi. Well, hi juga, brother :-)

Sejak itu, surat-surat elektronik dari si kampret ini rajin mampir di kotak surat saya, nyaris setiap hari. Akhir bulan ini dia cuti. Mau honeymoon ke Bali dulu, katanya. Pulang dari bulan madu, mungkin kita bisa nongkrong dan cengengesan sambil nyruput secangkir cappuccino ( alaaa..jadi ngiler :-p )

Nah, ini beberapa foto si kampret. Sengaja saya pilihin yang bagus-bagus. Ada ribuan gambar di photobucketnya, tapi saya gak mau majang yang serem-serem, ah. Udah males mikir yang berat-berat, secara dua hari ini perut saya udah mules liat berita di tivi tentang jakarta yang nyaris tenggelam. D’oh!