venus to mars


 

January, 2007

GLOBAL WARMING

Wednesday, January 24th, 2007

Saya ngeri kalo denger kata ‘global warming’. Kabar terbaru dari EPA ( Environmental Protection Agency ), diperkirakan pada musim panas tahun 2040, semua lapisan es di Antartika akan mencair. Saat ini, ketinggian permukaan laut di seluruh dunia meningkat 8 sentimeter dibandingkan pada awal abad ini. Akhir abad 21 nanti, diramalkan bakalan naik lagi sekitar 1 meter. Kabarnya lagi, temperatur bumi saat ini adalah yang tertinggi selama 650.000 taun terakhir. Nah, ngeri kan?

Lantas, apa hubungan pemanasan global alias global warming dengan ‘temperatur’ saya yang mendadak tinggi kemaren? Kayaknya sih gak ada. Tapi rasanya emang kemaren panas banget, sampai rasa-rasanya sekian liter darah di tubuh saya dipompa dengan kecepatan tinggi, naik sampai ke ubun-ubun. Ugh…

Ah, sudahlah. Bukan sekali ini aja kok, saya ketemu manusia-manusia yang bikin saya nyureng saking herannya. Kok ada ya, yang modelnya gini? Suer, beberapa kali kejadian dalam hidup saya, kenal orang yang ‘ke sana ngomong apa, ke sini ngomong apa’. Ga jelas. Yang tetangga lah, temen, sahabat, temen bisnis, atau yang sekadar ngaku-ngaku temen tapi mencoba menikam dari belakang. Fiuuh, cape deeey… Tapi gpp. Fine with me. Barangkali saya aja yang musti belajar lebih bijak, belajar memahami bahwa dunia ini memang berwarna-warni, bukan cuma hitam putih dan abu-abu seperti yang saya lihat selama ini.

Mungkin dampak dari ‘pemanasan global’ juga yang bikin saya seharian kemaren pasang status yang bikin temen-temen saya mikir dua kali untuk sekedar say hello. Herannya, mereka sepertinya malah balapan crang cring crang cring rame-rame, nanyain apa saya baik-baik aja bla bla bla…Busyet dah! Hampir semuanya saya cuekin, dan hampir semuanya langsung minggir saat saya mengisyaratkan bahwa saya lagi butuh waktu untuk sendirian. Hampir semuanya ngertiin. Eh? Hampir semuanya? Iyah, kecuali bocah ini yang dengan kurang ajarnya teruuuuusss aja ngeyel tanya-tanya, malah balik misuhi waktu saya maki-maki dan saya bilang saya lagi pusing dan pengen nyilet-nyilet muka orang. Beuh. Cerewetnyaaa…gak tahan juga, saya. “Ada apa sih? Mau nyilet siapa? Kenapa? Ayooo, sini, marah-marah sama aku aja. Aku bantuin misuh.”

Dan dia dengan luwesnya menuntun saya untuk melepaskan semua kemarahan saya yang dari pagi bikin saya ‘tinggi’. Makian-makiannya sukses bikin saya muntah dan muntah dan muntah lagi. Ajaib. Tiba-tiba saja semua kejengkelan saya menguap entah kemana. Tiba-tiba saya mulai bisa tersenyum, sampai akhirnya ngakak dan guling-guling gak jelas sama dia.

Last but not least, saya dapet satu hadiah paling manis. Saya disewain satu kamar yang luas, bersih, dan wangi, buat menepi sejenak kalo saya lagi capek. Di situ, katanya, saya boleh tidur sampe siang, boleh misuh-misuh dan jedotin kepala ke tembok kalo lagi puyeng, boleh masturbasi, nangis, bahkan boleh muntah sampai berdarah-darah kalo saya mau.

*makasih banyak ya, dit, gita, zam. mudah-mudahan saya gak perlu sering-sering nginep di sana :)

 



BUKAN PSIKOPAT

Tuesday, January 23rd, 2007

Saya punya temen yang, ngakunya, suka baca blog cemen saya ini. Masih muda, seorang calon bapak, dan hampir tiap hari dia rajin konsultasi tentang kehamilan, ASI, senam hamil, persiapan menjelang kelahiran babynya *lha mbok kiro aku iki bidan po piye, le? :P*

Kemaren kita ngobrol. Biasaaa..jadi bidan dadakan lagiiii… Tapi kali ini ada yang lucu. Ini sebagian isi percakapan kita eh kami, kemaren pagi…

dia : “mbak, secara penampilan, orang mungkin gak percaya kalo njenengan punya blog agak gendeng kayak marsvenus ya?”
saya: “lhah?”
dia : ” eh tapi keren lho mbak, blog njenengan. gaya nulisnya, isinya. hampir aja aku terlena”
saya: ” lhaaa…itu sih salahmu sendiri, le…”
dia : “baca blog njenengan rasanya kayak berjalan di ladang ranjau. banyak jebakan, salah2 bikin orang terpesona”
saya: “jebakan? sopo njebak sopo? aku kan cuma nulis. biar gak kram otak”
dia : ” justru itu. tulisanmu kui bisa bikin orang terperangkap. sambil ngobrol ngalor ngidul, njenengan kayaknya sambil tebar pesona tiap saat, menebar benih tiap sempat. Secret admirermu ada berapa, mbak?”
saya: “gak ada. aku wis tuwek, gak cari penggemar. edan po?”
dia : “eh mbak, tapi kalo baca blogmu emang agak2 gimana gitu. kadang nyerempet2, aneh, kesannya banyak selingkuhannya, biseksual pulak. parah, pokoknya.”
saya :”lho?? lha aku cuma ‘muntahin’ apa aja yang lewat di kepala, kok. dan sengaja gak disensor. pengen misuh ya misuuuuhhh. kalo lagi menye-menye ya posting puisi yang menye-menyeee…”
dia :”wah, bener-bener deh…”

Nah. Apa salah saya, coba? Eh, itu masih lumayan. Seminggu yang lalu, Hedi bilang sesuatu yang bikin saya terperangah (halah, terperangah :D). Katanya, “Waktu pertama kali baca blogmu, postingan2 awal dulu, pikirku, wah ajur. Psikopat, ini.”

Mampus !!!

 



GEMPA LAGI…

Monday, January 22nd, 2007


Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter menguncang Kota Manado, Sulawesi Utara, Ahad (21/1) malam. Pusat gempa berjarak 160 kilometer sebelah tenggara Manado pada kedalaman 51 kilometer. Hingga saat ini belum diketahui adanya korban jiwa dan jumlah kerusakan akibat gempa.

Namun gempa membuat ribuan warga panik. Warga di sekitar pinggir pantai berlarian menuju dataran tinggi. Mereka takut adanya gelombang tsunami. Warga Manado Utara mengungsi ke permukiman Sospol yang ada di atas bukit. Sedangkan warga Manado Tengah menuju Jalan 17 Agustus.

Ketakutan masyarakat sekitar akan terjadinya gelombang tsunami ini tak terbukti. Namun demikian, penduduk di pengungsian tetap waswas. Bahkan, hingga dini hari tadi arus pengungsian masih terus berlangsung. Meski polisi mengumumkan tidak ada tanda-tanda gelombang tsunami, sebagian besar memilih tetap bertahan di pengungsian. Selain tsunami, warga takut adanya gempa susulan yang bisa terjadi setiap saat.

Gempa juga terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara. Lindu mengguncang ketika kota ini diguyur hujan lebat. Gempa terasa hingga Halmahera Timur, Halmahera Barat, dan Kota Tidore Kepulauan. Akibat guncangan, jalur informasi dan telekomunikasi di daerah tersebut lumpuh total.

Di atas adalah kutipan berita dari liputan 6. Tau gak sih apa yang ada di pikiran saya? Rasanya memang Yang Maha Segalanya lagi marah banget sama kita. Manusia kadang ngerasa tau semua, bisa ngitung dan ‘baca’ cuaca, ngitung kecepatan dan arah angin, hari ini hujan atau cuma mendung. Yang gitu-gitu. Kita merasa bisa menghandle alam, karena katanya teknologi kita udah begitu canggihnya dengan segala macam satelit dan peralatan untuk membaca kegiatan gunung berapi, misalnya. Kita punya alat untuk mendeteksi tsunami. Ada GPS untuk melihat apa dan siapa lagi ada di koordinat berapa.

Dan sekarang, alam menunjukkan bahwa kita salah. Mendengar berita tentang begitu banyak bencana belakangan ini; tsunami, banjir bandang, longsor, badai, gempa bumi, cuaca yang ekstrim yang mampu membuat adam air bagai lenyap tertelan bumi…saya seperti mendengar alam berbicara kepada kita.’Oh. So you think you know everything? Well, you don’t. Watch this!!’ Dan datanglah banjir dan longsor dan gempa…

*gambar diambil dari sini

 



OPRAH ROCKS !

Saturday, January 20th, 2007

Perempuan satu ini, kabarnya adalah selebritis terkaya sampai saat ini. Gw ga tau pasti angkanya, tapi dari beberapa artikel yang gw baca sih, emang belom ada yang ngalahin jumlah kekayaan mbakyu Oprah Winfrey. Tapi bukan tajirnya yang bikin gw terkagum-kagum sama dia. Buat banyak orang, dia ‘malaikat’. Ah, apa ya, kata yang paling pas buat perempuan sekelas Oprah? Baik hati dan tidak sombong, mungkin? :p

Selain shownya yg gak pernah absen gw tonton beberapa taun terakhir, gw juga ‘tergila-gila’ baca situsnya. Lengkap, inspiring, motivating, pokoknya t-o-p banget dah.

I love Oprah. Do you?

 



QUIT SMOKING NOW…( or what?)

Saturday, January 20th, 2007

Saya ‘belajar’ merokok, dalam arti sekadar pengen tau rasanya, sekaligus pengen keliatan keren dalam tanda kutip, waktu umur saya belum lagi tiga belas taun. Kelas dua SMP, kalo ga salah. Masuk SMA, saya mulai susah berhenti. Kuliah, wah..makin ga bisa berhenti sama sekali. Saya sempat berhenti total kurang lebih tujuh taun, karena waktu itu saya mau married dan pengen punya anak. Setelah anak kedua saya umur 2 tahunan dan saya stop ngasih ASI, saya mulai merokok lagi. Gak banyak pada awalnya, cuma beberapa batang sehari. Jauh lebih baik dari sebelum saya mutusin untuk berhenti. Pertimbangan, atau tepatnya pembenaran saya waktu itu, ‘ah, cuma sedikit ini. Gak akan separah dulu palingan’. Salah banget, ternyata. Makin ke sini makin kacau. Di rumah, di mall, di warung pinggir jalan, kalo saya lagi pengen kebal kebul, ya kebal kebul aja :pSekarang, pengeeeeen banget berhenti. But u know what? Susaaaaah banget. Sumpah. Kalo cuma ‘ditakut-takutin’ pake slogan, angka-angka dan statistik tentang sekian ribu zat beracun dalam sebatang rokok sih, udah gak mempan. Padahal kalo diniatin bener-bener, apa sih yang gak bisa? Dulu juga berhentinya bukan karena takut penyakitan, dan ternyata sukses, lho. Tujuh tahun, bayangin.

Seminggu terakhir, karena lagi ambruk kena typus, sedikit demi sedikit saya mulai belajar menguatkan iman *halah*. Kadang masih jebol juga sih. Tapi mudah-mudahan bisa berhenti total.

Eh, tau gak sih, ada satu lagi yang bikin gak gampang ngilangin kebiasaan yang satu ini. Suami saya. Lhah? Iya, dia suka banget liat saya ngerokok. Dia bilang, ‘aku suka liat kamu ngerokok. seksi ‘.


Glekkkk !! Sexy apaan??? It’s killing meeeeee !!!!

*cartoon dari sini