Mari bersulang, untuk perempuan-perempuan yang memilih untuk menjadi bodoh. Menjadi kelinci percobaan untuk diri sendiri, hanya untuk melihat sampai batas mana dia bertahan dalam ketakjelasan dan ketakberdayaan. Merelakan siang dan malam-malamnya terisi hanya oleh mimpi.
“sampe kapan terus hidup dalam mimpi ?”, tanya seorang kawan.
“sampe bener-bener gak kuat”
plak..plak..plak !!!
“perlu berapa tamparan untuk menyadarkan?”
“hhmmm…ga usah ditampar-tampar juga dah ngerti kok sebenernya. In my case, kemungkinan untuk bersama, menyusut jdi 1 : 1 milyar ”
huahahhaha…
“uh, aku ingin menyilet-nyilet seseorang. aku sedang membiarkan dia berkhianat. dan aku menikmati kebohongan dan kegombalan-kegombalan yang dia lakukan. cuma mau melihat, sampai mana perasaan akan kuat tersakiti “
Ah, perempuan memang aneh. Suka pura-pura bodoh, pura-pura gak ngerti. Sok jadi martir dan suka menyakiti diri sendiri. Bodoh. Bodoh. Bodoh.
Kita tau kita cuma digombalin, dibohongin habis-habisan, but still…
“kenapa ya?”
“karena kita pemimpi”, katanya lagi.
“kadang enak juga ya, menyakiti diri sendiri ? oh, i luv gombality”
dan dia ngakak…
Jadi, mari bersulang untuk kebodohan yang kadang menyenangkan
Cheers…

