Sekali ini, mumpung mau masuk bulan suci, cobalah berhenti sebentar saja. Sedikit berkontemplasi, merenungkan apa yang telah atau belum sempat kau lakukan. Mengingat mereka yang ingin kau lupakan. Menghadirkan lagi kenangan yang sungguh ingin kau kubur dalam-dalam. Kalau mungkin, segala yang bernama sejarah, dan sekotak besar gambar-gambar yang berasal dari masa lalu. Hitam putih. Abu-abu.
Aku melakukannya tadi malam. Benar-benar sendiri, sambil menunggu pagi yang terasa lama datangnya. Dan aku bertemu Tuhan. Atau mungkin, Tuhan yang menemukan aku.
Benar ternyata, Dia ada di sini. Menungguku terjaga dari mimpi-mimpi yang melenakan. Aku yang tertidur dan lupa berterima kasih. Lalai mensyukuri nikmatNya. Menginginkan yang bukan milikku. Sibuk sendiri, bersusah payah mencoba mengurai arti mimpiku yang tak pernah berwarna.
Begitulah aku. Begitulah kita, ya?
Ah, ini postingan apa maksudnya sih? Gak ada yang istimewa, sebenarnya. Cuma bagian dari self healing yang aku bilang kemaren. Benar, menulis ternyata bisa menjadi obat, semacam terapi saat hidup terasa penuh dan menyesakkan. Loaded.
Ada lagi. Terima kasih buat kalian, teman-teman yang rajin menemaniku berselancar di dunia maya
. Pakde yang bukan cuma ndobospol tapi juga lucupol. Yati yang mengerti dan tak banyak bertanya, yang sengaja memberi ruang saat aku ingin sendiri dan malas untuk sekedar bertukar sapa.
“kenapa, mbak? lagi pengen sendiri ya, mbakku sayang? ya udah..cepet sembuh ya…”
Dan bocah ini, yang tulus merelakan bahunya untuk tempatku menangis.
“ada apa, mbok? sini..sini…ini pundak untuk kau menangis..”
He really did say that, and i really cried… hahaha..
Juga Meiy, yang tau hanya dari tulisanku, bahwa sesuatu sedang terjadi. Baik sekali dia, sempet2nya ninggalin offline message, cuma untuk bertanya ‘ada apa sama kamu?’. Mengatakan bahwa dia siap menjadi tempat berbagi. Ah, Meiy…
Mereka, teman-teman yang kutemukan atas nama keajaiban yang berjudul teknologi. Terima kasih ya…
Dan kamu, yang di sana. Sepertinya sedikit penjelasan dan kata ‘maaf’ yang tak kau ucapkan, tak kan banyak lagi gunanya, ya? Kamu sudah kumaafkan. Lihat, aku selalu berusaha mengerti, bukan? Aku selalu memaafkan tanpa kau minta![]()
Last but not least, selamat menjalankan ibadah puasa buat semuanya. Maaf lahir batin, mudah-mudahan puasa benar-benar membersihkan kita ya? ![]()
