venus to mars


 

September, 2006

MEETING POINT: BREW & CO.

Saturday, September 30th, 2006


Akhirnyaaa…ketemu juga sama ibu ini. Namanya mba Endang, sama2 ibu2 , profesiii…mmm..main jobnya sama2 blogger, side job sama2 ibu rumah tangga..wakakaka…

Sebenernya belom lama juga kenal sama dia. Baru dua hari, hehehe..bingung gak seh? Gw juga ga terlalu sering mampir ke blogna mba Endang, dan keliatannya dia juga ga terlalu rajin blogwalking. Cuma satu dua kali saling ninggalin jejak, basa basi blogger begitu laaaah..;)

Tak disangka tak diduga *haiyah*, siang-siang pas gw lagi onlen, iseng2 gw buzz. Dan mengalirlah obrolan-obrolan dua perempuan yang, kebetulan berasal dari satu kampoeng ini. Dari situ ternyata ketauan, kita tinggalnya lumayan deket laaah. Di sekitaran cibubur gitu. Ga tau gimana, tau2 kita tukeran nomer telpon, dan ( o, God ), sama2 kegirangan banget, pengen ketemuan. Alhamdulillah akhirnya jadi juga . Setelah grubag grubug sempet2in nyiapin buka puasa buat suami, nyiapin kopi, pisang goreng, es campur yang “tinggal tambahin es batu ya, sayang…”, maka berangkatlah gw, sambil nenteng anak2 yg ganteng2 itu :D.

Ini foto2 yang di pesen sama mba ely n bebex :)

Silaken dipelototin bersama-sama…

Simbok venus (huadooohh..kok jadi simbok seh? gara2 yoyok neh! ) yang pake kudung biru, yg pake kacamata namanya mba Endang. Liat tuh, dia posenya..ummm…gimana ya?hihihi…

Ini mba Endang sama keponakan2nya.

Hlaaa…iniiii…ini cowo2 yang kemaren. Bodyguard gw neeeehh…:)
Trus, foto paling atas ( haduuuh, nyariiiss…hehehe), dari kiri ke kanan ; Rayi ( jagoannya mbak Endang ), Kemal, Rafi. My little angels :)

~~makasih banyak ya, mbak.. next time kita jalan lagi, kita bikin yang orangnya banyakan yaaa ~~


 



CJ, HERE WE COME…

Friday, September 29th, 2006

 



MY LITTLE ANGELS

Tuesday, September 26th, 2006



Wah, susah nih. Beberapa hari gak update, sekalinya pengen nulis, malah bingung mo nulis apaan. Tapi emang beberapa hari terakhir, jam melek sama jam istirohat jadi kebalik-balik. Mau tidur sore, gak bisa karena emang ga biasa. Nah, kalo jam 2 kan biasanya udah ngantuk nih. Tapi mo tidur jam segitu, ngeri lah. Pasti yang ada bablas sampe lewat subuh. Trus yang dirumah ga sahur donk. Matek aku…
Bukan apa-apa…itu si kecil, jagoan gw yang ganteng2 itu, mereka lagi semangat2nya puasa. Makluuum, baru minggu pertama. Ga tau deh minggu depan,hihihi… Kasian kan kalo sampe mereka ga sahur gara2 simboknya molor? Ya gak seh?
Jadiii…ya gitu deh, yang ada tiap malem gw begadang ( eh tapi ga puasa juga tiap malem begadangan mulu deh perasaan :D ). Tapi sekarang lebih seru. Chatting sama gerombolan blogger tiap malem. Ngobrol dari yang serius sampe ancur2an dan ga ada gunanya ( eh?). Kadang jam 2 pagi baru bubar. Pan musti maaasaaaak…Hahaha…gila yaaaa?

Oiya, ini nih gambar mereka, my little angels. Fotonya diambil, ada yg pas si kakak ultah tanggal 10 sept kemaren, ada yg sebelum itu. Sakkarepku toh, cuma blog ini..:p
Yaaah, lumayan lah buat gw liat2 sendiri. Ganteng2 kan? Anak siaaapa, coba? Hehehe…

Eh, kalo ada yg mo daftar jadi calon besan, boleh looohhh…

 



SEBELUM RAMADHAN TIBA

Thursday, September 21st, 2006

Sekali ini, mumpung mau masuk bulan suci, cobalah berhenti sebentar saja. Sedikit berkontemplasi, merenungkan apa yang telah atau belum sempat kau lakukan. Mengingat mereka yang ingin kau lupakan. Menghadirkan lagi kenangan yang sungguh ingin kau kubur dalam-dalam. Kalau mungkin, segala yang bernama sejarah, dan sekotak besar gambar-gambar yang berasal dari masa lalu. Hitam putih. Abu-abu.

Aku melakukannya tadi malam. Benar-benar sendiri, sambil menunggu pagi yang terasa lama datangnya. Dan aku bertemu Tuhan. Atau mungkin, Tuhan yang menemukan aku.

Benar ternyata, Dia ada di sini. Menungguku terjaga dari mimpi-mimpi yang melenakan. Aku yang tertidur dan lupa berterima kasih. Lalai mensyukuri nikmatNya. Menginginkan yang bukan milikku. Sibuk sendiri, bersusah payah mencoba mengurai arti mimpiku yang tak pernah berwarna.

Begitulah aku. Begitulah kita, ya?

Ah, ini postingan apa maksudnya sih? Gak ada yang istimewa, sebenarnya. Cuma bagian dari self healing yang aku bilang kemaren. Benar, menulis ternyata bisa menjadi obat, semacam terapi saat hidup terasa penuh dan menyesakkan. Loaded.

Ada lagi. Terima kasih buat kalian, teman-teman yang rajin menemaniku berselancar di dunia maya ;). Pakde yang bukan cuma ndobospol tapi juga lucupol. Yati yang mengerti dan tak banyak bertanya, yang sengaja memberi ruang saat aku ingin sendiri dan malas untuk sekedar bertukar sapa.
“kenapa, mbak? lagi pengen sendiri ya, mbakku sayang? ya udah..cepet sembuh ya…”
Dan bocah ini, yang tulus merelakan bahunya untuk tempatku menangis.
“ada apa, mbok? sini..sini…ini pundak untuk kau menangis..”
He really did say that, and i really cried… hahaha..
Juga Meiy, yang tau hanya dari tulisanku, bahwa sesuatu sedang terjadi. Baik sekali dia, sempet2nya ninggalin offline message, cuma untuk bertanya ‘ada apa sama kamu?’. Mengatakan bahwa dia siap menjadi tempat berbagi. Ah, Meiy…

Mereka, teman-teman yang kutemukan atas nama keajaiban yang berjudul teknologi. Terima kasih ya…

Dan kamu, yang di sana. Sepertinya sedikit penjelasan dan kata ‘maaf’ yang tak kau ucapkan, tak kan banyak lagi gunanya, ya? Kamu sudah kumaafkan. Lihat, aku selalu berusaha mengerti, bukan? Aku selalu memaafkan tanpa kau minta:)

Last but not least, selamat menjalankan ibadah puasa buat semuanya. Maaf lahir batin, mudah-mudahan puasa benar-benar membersihkan kita ya? :)

 



SESUATU TENTANG SELF HEALING

Tuesday, September 19th, 2006

Apa yang kamu lakukan saat kamu sedih? Berdoa? Atau menghabiskan berlembar-lembar tissue, menghapus air mata dan ingusmu? Sibuk menghitung-hitung kekalahan dan rasa terhinamu?
Aku, aku lebih suka diam. Bercengkrama dengan malam. Lebur dalam gelapnya. Atau menulis, apa saja yang ingin kutuliskan. Mungkin sedikit perih. Tapi tak apa. Esok pagi saat terjaga, aku tau aku akan baik-baik saja. Pahit dan sedihku, barangkali cuma harga yang harus kubayar. Untuk sebuah sejarah, yang satu saat kelak, mungkin akan kuingat dengan tertawa-tawa.
Sejarah. Kenangan. Jejak yang tertinggal dari sebentuk peristiwa, selalu kita harus berani hadapi ya?
Ya, lebih baik aku diam, menunggu waktu menghapus rasa, ego yang terluka, serta ketakmengertianku.
Diam saja lah.
Atau harus kujilat saja lukaku hingga kering dengan sendirinya? Binatang juga kadang melakukannya kan? Self healing? Ya ya..begitu lebih baik. Biar waktu membasuh segalanya…

powered by ODEO
lonely no more, rob thomas