AKU DAN SAHABATKU
Aku dan sahabatku.
“Apa yang membuatmu jatuh cinta padanya?”
“Entahlah. Terjadi begitu saja. Mungkin cuma salah satu skenario Tuhan”
“Tuhan?! Berani kau bawa-bawa Tuhan?!”
Aku diam. Lama. Hening yang menggelisahkan.
“Kenapa? Kau tak bahagia?”
Oh..aku benci caranya menatapku.Lalu kujawab,
“Aku bahagia. Kenapa kautanyakan itu? Aku bahagia. Rumahku nyaman dan penuh cinta”
“Tapi kau tak mencintai suamimu lagi? Begitu?”
“Ah,aku selalu mencintainya”
Sahabatku mencibir. Entah apa maksudnya.
“Suamimu mencintaimu?”
“Hmm..kurasa,ya..dia mencintaiku”
“Lalu apa?”
“Kekasihku mengerti aku”
“Oh?”
“Ya. Kami bahkan berbagi mimpi yang sama,fantasi terliar yang bisa dibayangkan manusia”
“Suamimu?”
Aku tertawa. Dia memandangku. Ekspresinya menyiratkan sesuatu.
“Kalau kuceritakan padanya,dia pasti sudah mengirimku ke dokter jiwa”
Diam lagi. Kali ini lebih lama.
“Oke. Apa yang kau inginkan sekarang?”
“Aku ingin kekasihku”
“Pergilah.Terbanglah ke ujung langit. Temui kekasihmu”
“Aku ingin.Tapi sungguh aku takut”
Kurasa aku mulai menangis.
Sahabatku mulai marah. Ia menatap lekat-lekat,tepat di mataku.
“Kalau begitu,kau hanya pecundang. Kau tak berani meninggalkan. Tak sanggup kehilangan”
Aku benar-benar menangis sekarang. Pecundang,dia bilang?
“Benar. Kau pecundang. Kau cuma bermimpi dan tak hendak mendapatkan”
Aku terisak.
“Bukan begitu. Dengarlah. Aku hanya…”
Aku terdiam. Dia juga diam. Kami sama-sama kehilangan kata-kata.
Diam. Hening yang sungguh menyesakkan…
Tapi malam terlalu indah untuk dilewatkan. Jadi kuhampiri dia,sahabatku yang ayu. Kutatap ia
lama. Kuusap bibirnya yang penuh dengan jemariku yang gemetar. Ia menangis sekarang.
Matanya ketakutan,tapi juga memohon dan menginginkan. Lalu kucumbu ia,yang
menangis,menelan keangkuhannya sendiri. Hah! Pecundang, kau bilang !
Hanya dengus nafasku dan isaknya yang tertahan…kemudian hanya diam…
My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.
Leave a comment