MENJADI ATAU TIDAK SAMA SEKALI
Jadi merinding setelah baca beberapa entry di blog mas Yoyok. Kok tiba-tiba gw ngerasa pahit, sedih,gelap ya..*haiyyak*. Gw ngerasa, sekali lagi, cuma pecundang yang gak ada apa- apanya dibandingin mereka yang punya nyali, punya power, at least punya banyak waktu buat ngelakuin sesuatu buat orang lain. Buat anak-anak yang kisah hidupnya gak seindah, mungkin, anak-anak biologis kita. Mas Yoyok bilang, kita semua punya kekuatan. Ah, masa sih? Kok gw justru ngerasa bebal, guoblog poolll, karena sungguh, gw bukan siapa-siapa. Dibandingin mas Yoyok dan temen2nya, para pejuang pembebasan itu, sumpah, gw minder dan ngerasa ‘mati’. Gw cuma perempuan yang waktunya udah habis buat ngurus suami dan anak-anak. Perempuan yang sangat biasa, yang bukan siapa-siapa. Tau gak sih, ini bukan penyesalan. Cuma kadang-kadang, terlintas bahwa memang sungguh ‘gak enak’ jadi perempuan. Yang namanya perempuan, once she’s married, pelan-pelan dia akan mati. Hilang. Tidak menjadi. Ngerti gak? Bukan cuma namanya yang dilupakan ( Ani jadi bu Anu, Dewi jadi bu Dewo, yang gitu-gitu..). Ah, susah banget sih nulis ! Tadi ceritanya udah nulis cukup banyak dan cukup bagus ( kata gw siih..hihi…), eh tau-tau down, gak sengaja kehapus. Aduh, sayang banget, bitternessnya jadi gak kerekam deh..
Yah,pokoknya gitu deh sodara2, pagi ini gw ngerasa sedih, hopeless, karena gw cuma bisa kasian, prihatin, tapi gak nglakuin apa2 buat anak-anak yang ditulis mas kita tadi.
Selamat berjuang deh, teman-teman..
epilog;
lalu siapa kita ini? bukan siapa-siapa. tak pernah siapa-siapa. tak pernah menjadi. kita cuma ingin, dan sesekali membayangkan kita telah atau pernah menjadi sesuatu yang punya arti.
kemudian mati…
ONE NIGHT WITH CAK KARTOLO
Lagi pengen nostalgia jaman masih di kampung halaman. Dengerin ’sepor india’ sendirian after midnight..wuaaaahhh,indahnyaaaa.. Makasih banget buat temen gw yg udah kasitau websitenya. Gusti Allah sing mbales yo, ndhuk..leee… Ya ini yang dibilang rekreasi yg sesungguhnya..semua stress langsung mencair, ilang, menyublim, bahasa nggayanya..
oh,bener itu bukan istilahnya? Chat sama ‘temen’ sampe ga konsen. Pas dia pamit mau ‘ngopeni’ istrinya juga monggo aja lah..take your time,baby. I’ll take mine,hehehe… Gw mau seneng-seneng malem ini !!
Ada satu yang agak2 ganggu nih. Kita download gitu, cak kartolo dapet royalty gak sih? Yaaa, kalo beli dvd,cd,mp3 bajakan sih,gw juga kadang masih..secara yg asli harganya juga bikin sakit hati, ya gak? Tapi Kartolo? Masa kita bajak juga sih ? Dia tau gak, karya-karyanya berseliweran dengan bebas di sini? Ada yang bisa bantu jawab pertanyaan2 yg bikin nyesek ini? Hayoo..yang ngaku fansnya cak kartolo dan udah ikutan download gratis, coba jawab…
AKU DAN SAHABATKU
Aku dan sahabatku.
“Apa yang membuatmu jatuh cinta padanya?”
“Entahlah. Terjadi begitu saja. Mungkin cuma salah satu skenario Tuhan”
“Tuhan?! Berani kau bawa-bawa Tuhan?!”
Aku diam. Lama. Hening yang menggelisahkan.
“Kenapa? Kau tak bahagia?”
Oh..aku benci caranya menatapku.Lalu kujawab,
“Aku bahagia. Kenapa kautanyakan itu? Aku bahagia. Rumahku nyaman dan penuh cinta”
“Tapi kau tak mencintai suamimu lagi? Begitu?”
“Ah,aku selalu mencintainya”
Sahabatku mencibir. Entah apa maksudnya.
“Suamimu mencintaimu?”
“Hmm..kurasa,ya..dia mencintaiku”
“Lalu apa?”
“Kekasihku mengerti aku”
“Oh?”
“Ya. Kami bahkan berbagi mimpi yang sama,fantasi terliar yang bisa dibayangkan manusia”
“Suamimu?”
Aku tertawa. Dia memandangku. Ekspresinya menyiratkan sesuatu.
“Kalau kuceritakan padanya,dia pasti sudah mengirimku ke dokter jiwa”
Diam lagi. Kali ini lebih lama.
“Oke. Apa yang kau inginkan sekarang?”
“Aku ingin kekasihku”
“Pergilah.Terbanglah ke ujung langit. Temui kekasihmu”
“Aku ingin.Tapi sungguh aku takut”
Kurasa aku mulai menangis.
Sahabatku mulai marah. Ia menatap lekat-lekat,tepat di mataku.
“Kalau begitu,kau hanya pecundang. Kau tak berani meninggalkan. Tak sanggup kehilangan”
Aku benar-benar menangis sekarang. Pecundang,dia bilang?
“Benar. Kau pecundang. Kau cuma bermimpi dan tak hendak mendapatkan”
Aku terisak.
“Bukan begitu. Dengarlah. Aku hanya…”
Aku terdiam. Dia juga diam. Kami sama-sama kehilangan kata-kata.
Diam. Hening yang sungguh menyesakkan…
Tapi malam terlalu indah untuk dilewatkan. Jadi kuhampiri dia,sahabatku yang ayu. Kutatap ia
lama. Kuusap bibirnya yang penuh dengan jemariku yang gemetar. Ia menangis sekarang.
Matanya ketakutan,tapi juga memohon dan menginginkan. Lalu kucumbu ia,yang
menangis,menelan keangkuhannya sendiri. Hah! Pecundang, kau bilang !
Hanya dengus nafasku dan isaknya yang tertahan…kemudian hanya diam…
ANNIVERSARY
Mau nulis apa hari ini ya? Ini aja kali…
HAPPY ANNIVERSARY
selamat ultah perkawinan ke 11 buat gw sendiri n suami
HUJAN PERTAMA
Hujan.
Entah kenapa,ia selalu menghadirkan rasa atau suasana tertentu.Wangi tanah yang menguar saat hujan pertama,membawa rasa entah apa yang tak gampang dijelaskan dengan kata-kata.Mungkin semacam deja vu. Seperti saat kita mendengar lagu tertentu,atau membaui aroma parfum yang berasal dari masa lalu. Memaksa kita kembali ke moment yang, entah bagaimana, selalu lekat di otak,meski tak selalu dengan sengaja kita mengingatnya.
Hujan,seperti sebuah lagu,atau wangi parfum yang pernah sangat kita kenal,selalu menghadirkan rasa seperti deja vu,memang. Ia membawa kembali kenangan tentang saat-saat tertentu dalam hidup,bahkan sosok-sosok dari masa lalu. Seperti terseret dalam pusaran waktu.
Dan hujan kemarin sore,memaksaku kembali ke satu kota yang pernah aku singgahi pada satu fase kehidupanku. Jogja. Aroma hujan membuatku tersenyum mengingat dia,mengenang kembali sore-sore yang menyenangkan saat kami menyusuri malioboro,makan jagung bakar di alun-alun,lalu menghabiskan malam di Seni Sono,ngobrol ngalor ngidul dengan teman-teman seniman. Menumpahkan uneg-uneg tentang negeri ini,politik,musik,film,seni murni.Bersama-sama meneriakkan kebencian,dengan semangat dan idealisme yg begitu polos dan muda,terhadap pemimpin republik kita saat itu..hahahaha… Ditemani bergelas-gelas kopi,berbungkus-bungkus kretek,kadang berbotol-botol minunan murahan khas kantong mahasiswa…Hmmm..hujan membawa semua itu kembali sore ini,mau tak mau. Bahkan dapat kurasakan hangat pelukannya,melindungiku dari dingin malam ( atau dini hari ? ) di pelataran Seni Sono,saat satu demi satu teman-teman pergi,menyerah pada kantuk atau jadwal kuliah yang menunggu hari itu.
Ah,hujan…
Dimana dia sekarang? Bahagiakah dia? Masih cintakah dia padaku? Bencikah?
Di mana pun kamu berada,kekasih dari masa lalu,semoga kau dapatkan semua yang terbaik dalam hidupmu. Semoga kamu tetap setia berkarya,bermain dengan warna-warna dan sketsamu yang dulu sangat aku kagumi.
( Masih ingatkah kamu tentang Jogja,atau betapa kita pernah begitu berbahagia ? )
My name is Venus, perempuan, istri, ibu rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang pinter-pinter dan ganteng-ganteng.