Samsung NX300: A Review

Saat jalan-jalan, traveling, plesir, apapun istilahnya, tentu kita merasa perjalanan kurang lengkap tanpa kamera. Apa artinya jalan-jalan jika sepulangnya kita tak punya rekaman perjalanan berupa foto yang bisa selamanya kita simpan dan kenang? *halah*

… dan inilah si putih yang cantik itu.

Apa pula rasanya jalan-jalan tanpa berbagi moment dan suasana yang kita alami bersama keluarga dan teman-teman lewat … ehm, twitpic dan upload foto di Facebook, misalnya?

Setahun terakhir, saya rela memberati ransel dengan kamera DSLR andalan yang saya beli dari seorang kawan. Meskipun gak ngerti-ngerti amat, saya suka juga ngoprek dan mencoba-coba semua fiturnya. Nyoba-nyoba doang. Jepret sana sini, dan tetep gak jago sih. Hahaha.. Kemampuan memotret saya masih segitu-segitu aja.

Belakangan, saya males bawa yang berat-berat. Beban hidup sudah cukup berat, jadi sebisanya saya bawa barang sesedikit mungkin kalo lagi jalan. Makin simple, makin ringan, semakin bagus buat saya. Saat traveling ke Eropa beberapa minggu yang lalu, saya memilah-milah barang bawaan dengan cukup ketat. Laptop kesayangan saya tinggalkan di rumah. Sebagai gantinya, saya pinjem netbook mungil punya precil kecil. Karena biarpun saya butuh banget laptop supaya bisa tetap kerja selama di jalan, beratnya cukup aduhai: 2 kilogram. Untuk baju, saya cuma bawa beberapa T-shirt, 1 kemeja, 1 cardigan tipis, dan 1 hoodie jacket. Supaya lebih ringkas dan menghemat ruang dalam ransel, saya belanja banyak disposable panties, cukup banyak untuk persediaan selama 2 minggu.

diambil dengan Samsung NX200, somewhere in Barcelona

Untuk kamera … nah, ini dia. Untuk pertama kalinya, saya membawa kamera mirrorless Samsung NX200, pinjem dari Sa Sha. Enak ternyata ya.. Pertama kali pake memang agak kagok, masih suka nyari-nyari di mana view finder-nya. Hehehe. Lupa kalo yang ini gak perlu pake ngintip-ngintip.

dijepret dengan NX300. foto diambil oleh @si_enthon9

Yang ini jepretan saya sendiri.Pake NX300

Pulang ke rumah, saya makin mantap untuk pindah agama. DSLR yang lama biar dipake si precil aja. Tadinya pengen saya jual, lumayan buat tambah-tambah beli lensa. Sekarang saya pake NX300, mirrorless camera terbaru keluaran Samsung. Body-nya yang compact, gak gendut, dengan desain yang cantik, sukses membuat saya makin cinta sama dia. Layar AMOLED 3,31 inch yang bisa tilt dan touch screen, sensor CMOS APS-C 20,3 MP dan ISO maksimal 25600 menjadikan kamera ini mudah dibawa kemana saja dengan hasil pengambilan gambar yang –buat saya– sangat memuaskan.

Mbak @wiwikwae. Taken with NX300

Yang lebih istimewa adalah fitur AutoShare dan Dual WiFi. Ini membuat kita bisa share foto dengan gadget lain, real time. Fitur ini juga memungkinkan kita langsung mengunggah foto ke berbagai situs social networking seperti Facebook, Flickr, dan Picasa. Langsung upload video ke YouTube juga bisa, dengan catatan ada koneksi WiFi yang cukup kenceng ya.. Waktu pertama kali mencoba fitur ini, berkali-kali saya hanya bisa bilang “Ya Tuhan, bagus baget.. Ya ampuuuun, lucunyaaa…”. Ahahahahaha ndeso banget saya ini.

Oiya, satu lagi kejutan si NX300. Baterai-nya gak perlu charger khusus seperti kamera lain. Jadi kalo baterai mulai menipis, kita tinggal colokin charger-nya (atau powerbank kalo mau lebih praktis) langsung ke kamera, persis kayak nge-charge hape. Enak, toh?

Untuk semua kelebihan dan kecanggihan yang ditawarkan, rasanya harga yang dibandrol untuk seperangkat kamera dan lens kit NX300 ini jadi sangat masuk akal.

Lomba Menulis Cerita Di Balik Noda 2

Masih ingat review abal-abal saya tentang buku Cerita di Balik Noda beberapa minggu yang lalu? Masih ingat tokoh Wulan dan Hani dalam cerita berjudul Sarung Ayah? Atau judul-judul ini: Bos Galak, Tulisan di Kain Sprei, Koki Cilik, dan Lipstik Bunda, masih ingat, kan?

Buku kumpulan kisah para pemenang lomba menulis Cerita di Balik Noda ini, yang ditulis ulang oleh Fira Basuki dengan gaya bertuturnya yang khas, kali ini kompetisi memasuki sesi 2. Lomba menulis cerita bertajuk Cerita di Balik Noda 2 ini, ingin mengulang kisah sukses seperti edisi pertama.

Cara ikutan lomba ini sangat mudah. Menurut saya, sesungguhnya hidup kita para ibu dan ayah ini, setiap hari selalu penuh dengan warna-warni cerita sehari-hari bersama si kecil. Menyaksikan anak-anak tumbuh besar, tentu ada repot dan senangnya. Selalu ada bahagia, ada cerita yang dapat kita bagi lewat tulisan, ada hikmah yang barangkali kita alpa mencatatnya. Saya percaya, dalam sehari selalu akan ada cerita baru kalau kita bicara tentang anak-anak. Yang perlu dilakukan hanyalah mencatat kepingan-kepingan cerita itu, lalu menyusunnya menjadi sebuah kisah indah. Syukur-syukur kalau kemudian cerita itu akan menginspirasi orang lain, mengajarkan kebijakan yang mungkin selama ini hanya kita anggap angin selewat. Kisah yang sepele buat kamu, barangkali adalah sesuatu yang besar dan amat bermakna buat saya. Begitu juga sebaliknya. Kita tak pernah tahu kalau belum mencoba, kan?

Jadi ayo mulai menulis dan mengirimkan tulisan karyamu sebelum 31 Mei 2013 tengah malam, ya..

Mari berbagi cerita indah, mari menjadi inspirasi. Siapa tau, ceritamu menjadi salah satu pemenang. Gak main-main, lomba menulis ini menawarkan hadiah yang lebih dari lumayan kalau menurut saya sih.. Ada pemenang favorit yang akan dipilih setiap 2 minggu sekali, lalu juga ada 10 (sepuluh) cerita paling inspiratif pilihan para juri di akhir lomba. Bukan itu aja. Sepuluh pemenang ini, kisahnya akan difilmkan dan ditayangkan di layar televisi nasional, mendapat hadiah uang tunai plus stok Rinso untuk satu tahun penuh.

Oiya, jangan lupa nge-like Facebook Fan Page Rinso Indonesia dan follow Miss Resik juga di Twitter. Info lebih lengkap soal syarat dan ketentuan lomba, silakan langsung dibaca di sini.

Selamat menulis. Good luck!

Oleh-oleh Dari #ABFI Solo

Oleh-oleh paling berharga, adalah perjumpaan. Banyak perjumpaan. Dengan ratusan kawan lama dan baru.

Yang kedua, adalah ketika saya menyadari bahwa semakin banyak berbagi, kita semakin tahu bahwa tak banyak yang sungguh kita tahu.

Dua itu.

*pics taken with Samsung NX300*